Anies Bicara soal Penjegalan, Singgung Kompetisi Alfamart dan Indomaret

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan saat menghadiri acara Tirakat untuk Keselamatan Umat dan Bangsa di Pondok Pesantren At-Tauhid Sidosermo, Surabaya pada Kamis (10/8/2023). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan saat menghadiri acara Tirakat untuk Keselamatan Umat dan Bangsa di Pondok Pesantren At-Tauhid Sidosermo, Surabaya pada Kamis (10/8/2023). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Bacapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan berbicara mengenai isu penjegalan terhadap dirinya setelah dideklarasikan sebagai bakal capres.

Menurutnya, pilpres merupakan sebuah kompetisi dan upaya penjegalan adalah hal wajar untuk menahan atau menghentikan.

“Jadi kita tidak bisa berharap jangan ada yang menghentikan. Itu biasa saja. Jadi saya tidak pernah berkeluh kesah, saya tidak pernah merasa itu dianggap jegal,” kata Anies pada acara Desak Anies, di Pos Bloc, Jakarta, Selasa (15/8).

Bacapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan di Pos Bloc, Jakarta, Selasa (15/8). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Anies menganggap halangan yang ia hadapi itu justru akan mendapat simpati dan kepercayaan dari masyarakat.

“Alfamart sama Indomaret aja kompetisi begitu kok saling coba menahan, menghentikan,” selorohnya.

Lantas, Anies juga menjawab beberapa pernyataan netizen yang sering dilontarkan kepadanya bahwa ia playing victim merasa terjegal dari pencapresannya ini. Namun, Anies membantah tudingan itu.

“Saya tidak pernah merasa dijegal, saya tidak pernah merasa khawatir dengan itu semua dan tidak pernah berkeluh kesah juga. Karena ini sebagai sesuatu yang normal,” paparnya.

“Kalaupun usaha itu ada itu bagian dari yang normal tidak perlu dikeluh kesahi, kita jalani saja,” tutup dia.