Anies: BST untuk 1,8 Juta Warga Jakarta Terdampak PPKM Darurat Cair Besok
·waktu baca 2 menit

Pemerintah saat ini telah membuat program bantuan sosial tunai (BST) untuk membantu masyarakat selama pemberlakuan PPKM Darurat. Bantuan ini merupakan perintah dari Presiden Jokowi untuk meringankan beban masyarakat selama PPKM Darurat berlangsung.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan saat ini bantuan sosial tunai sudah dianggarkan oleh DKI Jakarta senilai Rp 604 miliar, untuk 1.844.833 KK.
“Bantuan untuk masyarakat ada berbentuk bantuan sosial tunai itu sudah dianggarkan di DKI Jakarta Rp 604 miliar ada 1.844.833 [kepala keluarga],” ujar Anies saat rapat evaluasi PPKM Darurat di Monas, Minggu (18/7).
Anggaran untuk penyaluran BST ini merupakan kolaborasi antara APBD Pemprov DKI Jakarta dan APBN Kemensos.
“Jadi 1,8 kepala keluarga yang menerima bantuan, 1 juta dibantu melalui APBD oleh Pemprov, 837 ribu itu melalui APBN oleh Kemensos. Yang dari Pemprov DKI Jakarta, transfer akan dilakukan besok melalui rekening penerima, sehingga mereka langsung bisa menerima di rekeningnya masing-masing,” ungkapnya.
Nantinya penyaluran bantuan sosial akan dibantu oleh Polda dan Kodam karena dari Forkompinda sudah menggunakan data yang sama.
“Kemudian ada bantuan yang nanti akan disalurkan juga melalui Polda dan melalui Kodam, dan kami di DKI Jakarta forkompinda ini kompak menggunakan data yang sama, vaksinasi data sama, target sama, bansos rujukan datanya sama, sehingga targetnya pun tidak beririsan kita pastikan ini akan berjalan dengan baik,” jelasnya.
“Mulai besok seluruh kegiatannya akan berjalan, termasuk pembagian beras yang nanti akan juga dikerjakan mulai besok,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) melaporkan jumlah penerima bantuan sosial dari pemerintah sebanyak 33.674.865 jiwa, yang diasumsikan dalam satu keluarga terdapat 4 orang.
