Anies: Ibu Hamil itu Sensitif Harusnya Dilindungi, Bukan Dipaksa Ngantor

6 Juli 2021 14:26
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Anies: Ibu Hamil itu Sensitif Harusnya Dilindungi, Bukan Dipaksa Ngantor (27983)
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan membuka vaksinasi untuk Anak di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta
ADVERTISEMENT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak habis pikir dengan kantor yang masih memaksa pegawainya ke kantor saat PPKM Darurat. Terlebih ada ibu hamil yang juga diminta ke kantor padahal bukan sektor esensial-critical.
ADVERTISEMENT
Anies menemukan itu saat sidak ke gedung Sahid Sudirman Center. Ada satu kantor yang masih memaksa ibu hamil masuk kantor.
Saat itu juga Anies memarahi manajemen. Anies punya alasan sampai harus marah besar seperti itu ketika melihat ibu hamil masih ngantor.
"Ada ibu hamil tetap bekerja. Saya sampai tegur tadi manager human resources-nya, seorang ibu yang menjadi manajer HRD, saya katakan harusnya seorang ibu lebih sensitif, lindungi perempuan, lindungi ibu hamil. Tidak seharusnya mereka berangkat bekerja seperti ini," ujar Anies dalam video yang dibagikan lewat instagramnya, @aniesbaswedan, Selasa (6/7).
[Ibu hamil] kalau terpapar, komplikasinya tinggi, dan pelanggaran yang dilakukan bukan sekadar pelanggaran atas peraturan yang dibuat oleh pemerintah, tapi ini adalah pelanggaran atas tanggung jawab kemanusiaan.
--Anies Baswedan
Anies mengingatkan kasus corona di Jakarta belum mau turun, bahkan kemarin tembus 10 ribu kasus per hari. Bila sikap tanggung jawab tak diambil semua pihak, akan makin banyak orang terpapar, bahkan meninggal.
ADVERTISEMENT
"Di Jakarta kasus baru 10 ribu, kita memakamkan lebih dari 300 orang sehari. Itu semua adalah saudara-saudara kita, itu semua adalah ayah, ibu, kakak, adik dari kita semua," ucap Anies.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020