Anies: Jakarta Tak Lockdown, tapi Warga Kurangi Kegiatan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar jumpa pers, beberapa menit setelah pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif corona di Indonesia menjadi 69 kasus. Sebanyak 4 di antaranya meninggal dan 5 sembuh.
Lonjakan kasus itu makin menguatkan spekulasi soal perlunya lockdown atau isolasi skala kota. Sebagai perbandingan, Manila menerapkan lockdown pada Kamis (12/3), saat kasusnya mencapai 53 positif dengan 2 meninggal.
Anies menyebut Jakarta tidak akan diisolasi karena kasus corona yang meningkat, baik pasien ayng positif maupun pasien dalam pengawasan (PDP).
"Jakarta enggak lockdown, tapi minta warganya sebisa mungkin kurangi kegiatan di luar rumah, kecuali urgent," ucap Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (13/3).
Anies mengimbau warga untuk mengurangi interaksi di ruang publik. Menyusul hal itu, Anies akan menutup tempat hiburan selama dua minggu ke depan termasuk meniadakan CFD.
"Ancol, Ragunan, Monas tutup. Museum yang dikelola DKI tutup. Tapi pelayanan masyarakat tetap jalan seperti biasa, baik kelurahan kecamatan kantor wali kota, puskesmas, rumah sakit, berjalan seperti biasa," bebernya. Tempat hiburan itu akan didisinfektan.
Anies juga mengumumkan protokol untuk kegiatan perkantoran, tempat ibadah hingga perumahan. Bagi dunia usaha, Anies meminta untuk mulai siapkan protokol kerja jarak jauh.
"Hari ini belum ada arahan untuk kantor remote, tapi dunia usaha harus mulai siapkan jika sampai kita harus remote maka sudah siap prosedurnya, sudah siap caranya," kata Anies.
