Anies Komentari Pidato Joe Biden soal Jakarta Tenggelam: Climate Change is Real
ยทwaktu baca 2 menit

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengomentari pernyataan Presiden AS Joe Biden yang menyebut Jakarta kemungkinan akan tenggelam 10 tahun lagi.
Dalam pernyataannya, Anies menyampaikan sorotan Joe Biden harus dipandang sebagai salah satu gambaran untuk menghadirkan solusi atas permasalahan di Jakarta.
"Kita perlu sampaikan ini karena diharapkan bisa membantu untuk membangun paradigma yang benar dalam melihat prediksi tenggelamnya Jakarta tersebut dan juga solusi yang harus kita ambil, jangan sampai kita salah mengambil pesan, dan malah memberikan jawaban yang bertentangan dengan pesan tersebut," ujar Anies saat menghadiri acara virtual, Selasa (10/8).
Prediksi Joe Biden harus dilihat sebagai pesan kolektif bahwa isu perubahan iklim adalah nyata dan harus mempertimbangkan aspek kelestarian ekologis di setiap kebijakan.
"Jadi misalnya dengan menggunakan prediksi tersebut untuk mendorong kebijakan dan model ekonomi yang hanya melihat pada jangka pendek dan mengabaikan dampak jangka panjang pada lingkungan, justru kita harus melihat pesan beberapa detik itu sebagai pesan kolektif, bahwa climate change is real dan kebijakan kita harus meletakkan kelestarian ekologis sebagai salah satu pertimbangan utama," ungkapnya.
Anies mengatakan, bahwa isu perubahan iklim sebagai tantangan bersama yang akan mengakibatkan bencana dan perebutan sumber daya.
"Dalam pidatonya tersebut Joe Biden menekankan bahwa climate change adalah tantangan bersama dan tantangan ini akan mengakibatkan berbagai bencana dan perebutan sumber daya seperti konflik di Afrika Utara, perebutan Kutub Utara antara Rusia dan China dan contoh Ibu Kota Indonesia dijadikan sebagai contoh bahaya naiknya permukaan laut," pungkasnya.
Sebelumnya, Biden memperkirakan Jakarta bakal tenggelam 10 tahun lagi.
Proyeksi itu disampaikan Biden di hadapan pejabat intelijen AS saat mengunjungi Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, pada 27 Juli lalu. Awalnya, ia menyampaikan masalah perubahan iklim sebagai tantangan dan ancaman AS dan negara-negara di dunia.
Ia pun mencontohkan salah satu tantangan perubahan iklim adalah naiknya permukaan laut yang menyebabkan orang-orang bermigrasi ke tempat yang lebih aman, tanah yang subur, hingga saling merebut wilayah.
"Jika, pada kenyataannya, permukaan laut naik dua setengah kaki lagi, Anda akan memiliki jutaan orang yang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur. Anda melihat apa yang terjadi di Afrika Utara. Apa yang membuat kita berpikir ini tidak penting?," jelasnya dikutip dari situs resmi White House, whitehouse.gov, pada Sabtu (31/7).
Biden kemudian menyinggung Jakarta sebagai ibu kota Indonesia yang diproyeksi tenggelam 10 tahun lagi, sehingga ibu kota negara terpaksa dipindah.
"Tapi apa yang terjadi--apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?" ujarnya.
"Itu penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan lingkungan," imbuh Biden.
