Anies Melayat ke Rumah Duka Korban Tembok MTsN 19 yang Roboh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melayat korban robohnya tembok MTS di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melayat korban robohnya tembok MTS di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022). Foto: Dok. Istimewa

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melayat ke rumah duka salah satu korban tembok MTsN 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10).

Anies melayat ditemani Sekretaris Wilayah DKI Jakarta Marullah Matali menuju ke rumah duka korban bernama Dendis Al Lathif, siswa kelas 8, yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Malam ini saya takziah, kita semua berduka atas wafatnya Dendis Al Latif yang tadi siang musibah dialami di MTsN 19,” kata Anies kepada wartawan di rumah duka, Kamis (6/10) malam.

kumparan post embed

Dari unggahan instagram akun pribadinya, Anies terlihat menenangkan ibu korban yang menangis di samping jenazah anaknya. Setelah itu dilanjutkan dengan Anies dan Marullah mendoakan almarhum.

Dalam kesempatan tersebut, Anies memberikan santunan kepada keluarga korban.

“Saya secara khusus bertemu degan ibunya, dengan ayahnya menyampaikan pesan duka dan insyaallah seluruh kebutuhan untuk melakukan proses sampai dengan pemakaman dan lain-lain,” lanjut Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melayat korban robohnya tembok MTS di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022). Foto: Dok. Istimewa

Namun, Anies menyebut bahwa bantuan yang diberikan tidak setimpal dengan perasaan kehilangan yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan.

Oleh sebab itu, Anies meminta seluruh jajaran melakukan evaluasi secara menyeluruh mengenai tragedi yang menyebabkan 3 korban tewas.

“Saya sampaikan kepada semua ini bahan pembelajaran untuk kita semua, untuk me-review kembali proses nya sehingga peristiwa ini bisa terjadi. Mengapa ini perlu dilakukan agar kita bisa mencegah agar kejadian ini tidak terulang,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir yang menggenangi kawasan sekolah MTsN 19 Pondok Labu Jakarta Selatan diduga menjadi penyebab robohnya tembok.

Tiga orang siswa kelas 8 MTsN 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, tewas akibat kejadian itu. Selain itu, tiga lainnya mengalami luka.

Air yang menggenang disinyalir menyebabkan kualitas tembok menjadi lapuk, hingga akhirnya roboh dan menimpa beberapa siswa yang berujung pada 3 korban meninggal dan 3 korban luka.