MTsN 19 Pondok Labu Diterjang Banjir, Kemenag Cari Lokasi Belajar Pengganti
ยทwaktu baca 2 menit

Kementerian Agama (Kemenag) yang menaungi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Pondok Labu menyatakan, sekolah tidak dapat digunakan usai diterjang banjir hingga menyebabkan tembok pembatas roboh. Nantinya, lokasi belajar mengajar pengganti bakal segera disediakan.
"Untuk proses belajar mengajar kita lihat dulu, tentu kondisi yang kena banjir tidak mungkin digunakan," ujar Kepala Kantor Kemenag Jakarta Selatan, Nur Pawaidudin di lokasi, Kamis (6/10).
Untuk itu, pihaknya bakal segera mencarikan lokasi penggati agar proses belajar mengajar tetap dapat diselenggarakan.
"Sebelum diperbaiki mungkin kita cari tempat lain agar proses belajar tetap berjalan, jadi anak-anak enggak boleh rugi," kata dia.
Meski demikian, Pawaidudin belum dapat memastikan lokasi pengganti tersebut. Sebab, saat ini pihaknya masih berfokus pada proses evakuasi.
"Belum, kita hari ini fokus pada penanganan bencana dulu," tutur Pawaidudin.
Peristiwa robohnya tembok sekolah tersebut terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Kejadian bermula saat hujan deras menyebabkan air gorong-gorong meluap, dan menggenangi area sekolah MTsN 19.
Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh karena tidak mampu menahan luapan air yang ada. Tembok yang roboh bukan merupakan tembok ruangan kelas. Melainkan tembok bertuliskan nama sekolah yang berdiri sendiri atau terpisah dengan ruangan kelas.
Berdasarkan data BPBD DKI, tiga siswa yang tewas yakni Dika, Dendi, dan Adnan E. Mereka merupakan siswa kelas 8.
Selain itu, ada satu korban mengalami luka bernama Aditya Daffa Luthfi yang juga dari kelas 8.
"Seluruh korban sedang dibawa ke Rumah Sakit Prikasih, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata BPBD DKI melalui keterangan tertulis.
