Anies Setahun Pimpin DKI: Tak Ada Niat Tinggalkan Janji yang Diucapkan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Anies Baswedan foto bersama saat cek DPT di Kelurahan Cilandak, Rabu (17/10/2018). (Foto: Moh Fajri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Anies Baswedan foto bersama saat cek DPT di Kelurahan Cilandak, Rabu (17/10/2018). (Foto: Moh Fajri/kumparan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Seminar Pendidikan dan Pemantapan Empat Pilar Kebangsaan. Sambutan itu diberikan di depan Pengurus DPP dan DPW Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan.

Anies dalam sambutannya menyinggung mengenai 1 tahun ia menjabat sebagai gubernur. Menurut Anies selama ini setiap hal kecil di Jakarta selalu bisa menjadi ramai, salah satunya saat polemik pohon plastik beberapa waktu lalu. Meski begitu Anies menegaskan tidak akan meninggalkan Jakarta sebelum masa jabatannya berakhir.

“Saya bersama teman-teman yang bekerja bersama di Pemprov berkomitmen saya sampaikan kepada semua tidak semua hal bisa selesai. Tapi satu hal, kami tidak pernah berniat meninggalkan janji yang pernah diucapkan,” kata Anies di lokasi, Rabu, (17/10).

“Jadi ada perlombaan-perlombaan nasional saya juga enggak ikut. Di sini saja, kenapa? Ya karena janji hanya akan dilaksanakan di Jakarta satu-satu,” lanjut dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Peluncuran Rumah DP 0% Samawa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Peluncuran Rumah DP 0% Samawa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Anies mengakui sejauh ini memang ada kendala dalam menjalankan pemerintahan. Namun Anies mengungkapkan di 1 tahun pemerintahannya akan fokus memasukkan janji kampanye di RPJMD.

“Kalau kita dalam bahasa pemerintahan namanya RPJMD, kalau janji tidak masuk rencana maka dia tidak masuk anggaran, kalau tidak bisa masuk anggaran tidak bisa masuk kegiatan. Alhamdulillah janji-janji kita masuk disitu,” ucap Anies.

Selain itu menurut Anies di tahun kedua ini pihaknya sudah bisa ikut membahas anggaran. Menurut Anies sistem penganggaran di Indonesia cukup unik. Sebab pemimpin yang baru dilantik tidak ikut membahas anggaran di tahun pertama.

“Di nasional juga sama lho. Presiden pidato nota keuangan 16 Agustus, pelantikan presiden baru tanggal 20 Oktober. Jadi selalu ada 1 tahun sela, saya pun mengalami. Jadi baru tahun ini kita bisa mulai penganggaran yang 100 persen perencanaannya dari kami, yang sebelumnya masih belum,” terangnya.

X post embed

Mengenai agenda Rakornas PGMI, Anies berpesan agar semua guru madrasah harus mengembangkan kualitas diri. Sehingga bisa mendidik siswa secara maksimal.

Lebih lanjut Anies memastikan Pemprov DKI mendukung PGMI melalui Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

“Saya sampaikan anak kita ini sudah abad 21 dan kelak mereka akan berkiprah di masa yang berbeda dengan hari ini, karena itu bekal terpenting bagi anak kita adalah pertama soal akhlak, karakter yang baik,” beber Anies.

“Kedua kemauan untuk jadi pembelajar, kalau dia jadi pembelajar maka suasana berubah, tantangan berubah, tempat bekerja berubah, dia akan selalu bisa berprestasi disana,” tuturnya.