Anies soal Ganja sebagai Kebutuhan Medis: Merujuk ke Ilmu Pengetahuan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan di Desak Anies Vol 4: Kota Medan, di Pos Bloc, Medan, Minggu (3/12/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan di Desak Anies Vol 4: Kota Medan, di Pos Bloc, Medan, Minggu (3/12/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

Calon presiden nomor 01, Anies Baswedan meminta para penggugat menghormati keputusan pengadilan ketika hakim menolak gugatan.

Anies menjawab pertanyaan peserta soal keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak gugatan tiga ibu yang menggugat soal kebutuhan ganja sebagai tanaman medis.

“Karena kita di negeri ini tidak boleh mengambil keputusan yang berbeda dengan keputusan pengadilan,” ujar Anies dalam acara kolaborasi Desak Anies dengan Total Politik, Jumat, 22 Desember 2023.

Anies mencontohkan saat menjabat Gubernur DKI periode 2017-2022. Dia menghormati keputusan dan tidak memilih untuk naik banding seperti dalam kasus Bukit Duri. Alasannya, kata dia menerima keputusan pengadilan supaya bisa dijalankan.

Dia juga mencontohkan saat ada class action soal lingkungan hidup hanya pemerintah kota Jakarta yang memilih tidak naik banding.

Dalam hal ganja sebagai kebutuhan medis, Anies membagi ke dalam dua kategori. Pertama dipakai untuk entertainment (hiburan), dan kedua sebagai obat.

Anies mencoba memberikan pencerahan karena menurutnya banyak yang salah paham ketika membicarakan ganja pasti digunakan untuk hiburan. Padahal, kata dia ganja juga bisa digunakan sebagai obat.

“Seperti juga pakai narkotik untuk pengobatan,” ujar Anies.

Anies menegaskan selalu berpatokan pada tiga kategori dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama kata dia, kesetaraan, kedua prinsip public interest, dan ketiga data informasi objektivitas.

Dalam hal penggunaan ganja dia mengaku akan merujuk kepada keputusan para ahli di bidang pengobatan.

“Apabila ahli pengobatan mengatakan tidak ada obat yang lain untuk menyelamatkan maka satu-satunya unsur darurat. Karena tidak ada obat lain yang bisa dipakai untuk menyembuhkan. Jadi saya akan merujuk kepada science (ilmu pengetahuan),” ujarnya.

(RB)