Anies soal Jumlah TGUPP Dipangkas: Kinerja Makin Dirasakan

Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta mengurangi jumlah anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta dari 67 menjadi 50 orang.
Menanggapi itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai pemangkasan ini sebagai bentuk perhatian dan evaluasi dari keberhasilan kerja TGUPP. Atas keberhasilan timnya itu juga, menurut Anies, yang membuat oposisi melancarkan kritiknya.
“Gini, kenapa pihak oposisi sangat keras pada TGUPP, karena TGUPP efektif bekerja membuat program-program gubernur berhasil,” kata Anies di Stasiun MRT Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (10/12).
“Oposisi selalu mengarahkan untuk lihat sendiri kan, kritik-kritiknya, kemudian pantauannya, itu hal-hal yang membuat kinerja Pemprov berhasil, di situlah yang paling banyak dikritik,” sambungnya lagi.
Lewat pemangkasan anggota beserta kritik, Anies menilai TGUPP justru semakin memainkan peran penting. Sebab, Anies yakin semua pihak ingin kinerja TGUPP semakin baik.
“TGUPP justru memainkan peran yang sangat instrumental,” ujar Anies.
“Karena itu buat saya makin saya, makin banyak dikritik terkait TGUPP, berarti kinerjanya TGUPP-nya itu makin dirasakan,” kata Anies.
Pemangkasan anggota TGUPP diputuskan saat DPRD DKI Jakarta melaksanakan pembahasan anggaran sebesar Rp 19,8 miliar untuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI untuk melanjutkan pembahasan RAPBD DKI 2020. Meski begitu, Banggar belum memutuskan apakah anggaran TGUPP tetap ditanggung APBD atau masuk dalam operasional gubernur.
