Anies Soal Lonjakan COVID-19: Yang Bahaya Bukan Liburnya, Tapi Bepergian Bersama

Momen liburan kerap membuahkan lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta. Efeknya biasa terasa setelah dua minggu periode libur tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai hari libur sebenarnya tidak berbahaya bagi penularan virus corona. Tapi perjalanan liburan itulah yang rawan.
"Yang menarik bukan liburnya tapi bepergian bersama. Begitu libur warga Jakarta banyak liburan sekeluarga dan naik mobil artinya semobil bisa lima orang lebih," kata Anies dalam HPN 2021, Senin (8/2).
Di dalam mobil itulah satu keluarga dapat terpapar virus corona. Karena mereka berada di ruang tertutup dalam waktu yang panjang sehingga virus bisa menular dari satu anggota keluarga ke yang lainnya.
"Satu saja terpapar maka semobil berpotensi terpapar karena ruang tertutup 6 jam, 7 jam dan interaksi intensif di ruang tertutup," kata Anies.
Bayangkan ada 400 ribu mobil dan di dalamnya ada anak-anak muda terpapar ikut punya potensi penularan tinggi. Itu sebabnya liburan kasus naik.
--Anies Baswedan
Kebijakan penanganan pandemi COVID-19 sangat tergantung pada kondisi kasus terkini. Anies mengatakan, Jakarta sudah 2 kali menjalani pengetatan setelah libur panjang karena kasusnya tinggi. Efeknya sangat terasa dan kasus COVID-19 berhasil turun.
"Jadi gelombang pertama turun dan gelombang 2 angkanya lebih tinggi dari gelombang pertama. Jakarta terlihat sekali efek pengetatan dengan kasus. Langsung landai. Begitu ada libur terjadi lonjakan," ucap dia.
