Anies Tengok Rumah Pompa di Kedoya: Banjir di Duri Kepa Surut dalam 6 Jam

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sampah-sampah di lokasi banjir Duri Kepa Foto: Abyan Faisal Putratama
zoom-in-whitePerbesar
Sampah-sampah di lokasi banjir Duri Kepa Foto: Abyan Faisal Putratama

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Rumah Pompa Kedoya Taman Ratu. Rumah pompa ini menjadi salah satu kunci penanggulangan banjir di wilayah sekitar Duri Kepa, Jakarta Barat.

Diketahui kawasan Duri Kepa sempat terendam banjir beberapa waktu lalu.

"Akhir pekan kemarin mengecek Rumah Pompa Kedoya Taman Ratu, yang melayani wilayah sekitar Duri Kepa, Jakarta Barat. Belajar dari pengalaman musim penghujan tahun-tahun sebelumnya, beberapa titik di Jakarta Barat terkenal selalu banjir, salah satunya Duri Kepa," ujar Anies dikutip dari Instagram resminya, Senin (15/2).

Dia mengatakan, banjir yang menggenang di kawasan Duri Kepa beberapa waktu lalu berhasil surut dalam waktu 6 jam.

"Kita sama-sama rasakan hasilnya pada minggu lalu ketika hujan deras (7/2), Duri Kepa memang sempat tergenang tapi berkat kerja cepat jajaran Dinas SDA dapat surut dalam waktu kurang dari enam jam," kata dia.

Gubernur DKI Anies Baswedan saat melakukan kunjungan ke kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Pengendalian yang cepat, kata dia, berkat berbagai antisipasi yang dilakukan Pemprov. Salah satunya kesiapan pompa di Rumah Pompa Kedoya Taman Ratu.

Setidaknya ada dua pompa stasioner dan dua pompa mobile yang disiagakan.

"Tahun ini dua pompa stasioner dan dua pompa mobile disiagakan dan beroperasi penuh di Rumah Pompa Kedoya Taman Ratu, mengendalikan debit air ke Kali Sekretaris," tuturnya.

"Teman-teman juga bisa membantu agar surut lebih cepat lagi, dengan mengecek saluran air depan rumah masing-masing, apakah lancar atau tersumbat," tambahnya.

instagram embed

Dia minta agar warga juga melaporkan ke Pemprov bila menemukan genangan banjir dan saluran yang tersumbat. Dengan begitu Pemprov akan bisa lebih cepat melakukan penanganan.

"Semua laporan lewat JAKI akan otomatis menyertakan geotagging (waktu/ lokasi), bila melapor lewat kanal lain seperti media sosial mohon sertakan lokasi dan waktu agar kami lebih cepat menindaklanjutinya," tutupnya.