Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Pertimbangkan WFH dan PJJ di Jakarta
·waktu baca 2 menit

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan untuk penerapan Work From Home (WFH) bagi pekerja dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para siswa di Jakarta. Kebijakan itu akan diambil jika ada indikasi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.
“Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home,” tuturnya di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Rabu (21/1).
Namun, jika banjir terjadi pada hari kerja, pihaknya akan menerapkan WFH dan PJJ.
Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita,”
Dalam kesempatan yang sama, Pramono menegaskan anggaran penanganan banjir tidak mengalami pengurangan. Anggaran tersebut mencakup normalisasi sungai seperti Ciliwung dan Krukut, pengerukan, serta pembelian pompa-pompa baru.
“Tidak ada pengurangan (anggaran). Karena bagaimanapun Jakarta dalam hal penanganan, untuk menangani cuaca buruk ini, harus dipersiapkan secara baik,” ujarnya.
Pramono juga menyampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga satu bulan penuh. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan karena kondisi cuaca saat ini tergolong ekstrem.
“Baru kali ini OMC itu anggarannya dipersiapkan sampai satu bulan penuh. Biasanya hanya satu, dua, tiga hari. Kami tidak pengin kemudian apa ya, karena ini memang cuaca ini lagi ekstrem sekali,” pungkas Pram.
