Antisipasi Macet Libur Lebaran, Polres Yogya Rekayasa Lalin di Lokasi Wisata
ยทwaktu baca 3 menit

Kota Yogyakarta diprediksi menjadi tujuan wisatawan untuk mengisi libur Lebaran mendatang. Polisi menyusun sejumlah rekayasa lalu lintas (lalin) untuk mengantisipasi kemacetan yang bakal terjadi.
"Jadi kita istilahkan untuk di Kota Yogya ini belum terjadi kemacetan, tapi rawan akan kepadatan arus lalu lintas," kata Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Maryanto, Kamis (13/4).
Maryanto mengatakan, kepadatan saat libur Lebaran kerap terjadi di kawasan Tugu Yogyakarta, kawasan Malioboro, dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Agar bisa mengurai kepadatan, kebijakan Malioboro bebas kendaraan bermotor pada pukul 18.00 WIB ke atas ditiadakan pada H-3 sampai H+3 Lebaran.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub Kota Yogya, Dishub DIY. Kita bersepakat bahwa nanti pada H-3 dan H+3 untuk setiap hari yang dilaksanakan car free night itu ditiadakan," katanya.
Untuk Malioboro akan tetap dibuka untuk kendaraan bermotor di malam hari. Hal itu agar pengunjung bisa menikmati kawasan Malioboro.
"Juga bertujuan untuk mengurangi volume kendaraan yang berada di seputaran kawasan Malioboro dan jalan sirip-siripnya. Baik yang di Jalan Pasar Kembang, Jalan Bhayangkara, Jalan Mataram sehingga arus lalu lintas bisa berjalan dengan lancar," ucapnya.
Maryanto mengatakan, apabila arus lalu lintas normal, maka kawasan Malioboro bisa dimasuki dari 3 ruas jalan yang ada. Mulai dari Jalan Mataram, Jalan Abu Bakar Ali, dan Jalan Margo Utomo.
Namun, apabila arus lalu lintas meningkat maka dari arah Jalan Abu Bakar Ali dan Jalan Margo Utomo akan dilarang belok kiri ke Jalan Malioboro.
"Ketika situasi arus lalu lintas normal maka akan kita buka untuk bisa masuk ke Malioboro. Jika dalam situasi tersebut kok masih terjadi kepadatan dan antrean yang cukup panjang, maka arus lalu lintas yang dari arah Margo Utomo kita alihkan dari simpang tiga Kliringan atas dan Kliringan bawah, di arahkan ke timur untuk memutar di kridosono," katanya.
Rekayasa lalu lintas seperti ini ditujukan untuk mengurangi volume kendaraan yang masuk Malioboro.
Selanjutnya dari arah Jalan Mataram apabila terjadi kepadatan maka akan diarahkan ke Kridosono terlebih dahulu.
"Kemudian lanjut ke arah selatan untuk di sirip-sirip Malioboro, kami sudah bersepakatan dengan Dishub Kota dan DIY bahwa untuk di Jalan Pajeksan yang biasanya tidak boleh masuk ke arah timur untuk Lebaran ini kita coba boleh masuk ke arah timur. Sehingga mengurangi kepadatan lalu lintas yang ada di Jalan Beskalan," tuturnya.
Sementara di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, apabila terjadi kepadatan lalu lintas, maka dari arah barat atau Jalan Ahmad Dahlan kendaraan akan diarahkan ke kiri di simpang 3 PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
"Sehingga dari simpang 3 PKU sampai Titik Nol free untuk yang mengarah ke barat, sehingga kepadatan yang dari arah Jalan Ahmad Yani ataupun Malioboro bisa langsung kita tarik arah ke kanan maupun ke kiri ataupun lurus menuju ke Kraton," pungkasnya.
5,8 Juta Pemudik Diprediksi Masuk DIY
Pemda DIY memprediksi akan ada 5,8 juta pemudik yang masuk ke provinsi ini. Selain soal lalu lintas, Pemda DIY melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY menjamin kebutuhan pokok melimpah hingga H+7 Lebaran.
"Peningkatan permintaan bahan pokok tersebut yang harus segera persiapkan dan diantisipasi. Sehingga TPID DIY bersama semua stakeholder yang terlibat berusaha mengendalikan inflasi yang akan terjadi nantinya," kata Pj Sekda DIY Wiyos Santoso.
Wiyos membeberkan strategi 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah terus memantau harga komoditas pangan.
"Dari hasil monitoring bisa dikatakan belum ada kenaikan harga komoditas pangan yang terlalu melonjak. Saya harapkan kita semuanya bisa berperan serta termasuk masyarakat. Kita mengharapkan keyakinan masyarakat kepada pemerintah untuk mampu mengendalikan inflasi jelang Idul FItri," jelasnya.
