Apakah Hacker yang Ditangkap Adalah Bjorka, Polisi: Everybody Can Be Anybody

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus ilegal akses dan manipulasi data di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus ilegal akses dan manipulasi data di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Meski telah menangkap WFT (22) yang mengaku-ngaku sebagai hacker Bjorka, polisi belum bisa memastikan apakah pria ini benar-benar sosok hacker anonim yang sejak 2022 dicari-cari aparat.

“Apakah Bjorka 2020? mungkin. Apakah dia Opposite6890 yang dicari-cari? mungkin. Karena di internet, everybody can be anybody, jadi itu masih dalam penyelidikan,” kata Wadir Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers, Kamis (2/10).

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak menegaskan, penyidik tidak bisa berspekulasi untuk serta-merta memastikan bahwa WFT merupakan Bjorka yang selama ini dicari.

Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus ilegal akses dan manipulasi data di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Kenapa jawabannya beliau mungkin? Karena penyidik itu tidak boleh berandai-andai. Segala sesuatu kalau sudah dipersangkakan harus pasti; ini alat buktinya, ini barang buktinya, ini perbuatan kamu lakukan. Makanya jawabannya masih mungkin,” ujarnya.

Polisi juga membuka kemungkinan adanya korban lain dari aksi WFT. “Kami sampaikan ini agar kemungkinan ada korban-korban yang belum paham atau baru mendengar berita ini bisa hadir melapor ke Polda Metro Jaya,” kata Reonald.

Sebagai catatan, nama Bjorka mulai ramai pada 2022 setelah membocorkan 1,3 miliar data SIM card, data pengguna IndiHome, data KPU, hingga dokumen rahasia BIN. Ia juga pernah menyebarkan data pribadi pejabat, seperti Menkominfo Johny G. Plate, Ketua DPR RI Puan Maharani, hingga Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Ilustrasi kebocoran data. Foto: Alexander Geiger/Shutterstock

Kala itu Polri sempat menangkap pemuda Madiun bernama Muhammad Agung Hidayatullah, namun ia ternyata hanya admin channel Telegram Bjorkanism yang berprofesi sebagai pegadagang es teh.

Kini, meski polisi menyebut WFT sebagai pemilik akun Bjorkanesia dan Opposite6890 di dark forum, statusnya sebagai Bjorka yang asli masih dalam proses penyelidikan.