News
·
2 Oktober 2020 20:07

Api Abadi Mrapen Padam, Ganjar Turunkan Tim Selidiki Penyebabnya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Api Abadi Mrapen Padam, Ganjar Turunkan Tim Selidiki Penyebabnya (252789)
searchPerbesar
Kondisi situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020). Foto: Yusuf Nugroho/ANTARA FOTO
Api Abadi Mrapen yang terletak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam sejak sepekan terakhir. Sumber api yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, itu mati dan membuat warga sekitar terheran-heran.
ADVERTISEMENT
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengetahui kabar api abadi itu langsung menerjunkan tim. Ganjar mengatakan api abadi itu padam sejak 25 September 2020.
"Saya minta Dinas ESDM untuk ngecek, apa penyebab matinya api abadi Mrapen," ujar Ganjar kepada wartawan, Jumat (2/10).
Ganjar menjelaskan, terdapat dua kemungkinan penyebab padamnya api abadi itu. Pertama karena faktor alam itu sendiri atau adanya gangguan dan eksplorasi wilayah yang ada di sekitarnya.
"Kalau matinya karena sumber gas yang ada di dalamnya habis, maka itu berarti karena faktor alam, ibaratnya di bawah api abadi ada ruangan-ruangan yang berisi gas yang keluar sedikit demi sedikit sebagai sumber dari api abadi," jelas dia.
Api Abadi Mrapen Padam, Ganjar Turunkan Tim Selidiki Penyebabnya (252790)
searchPerbesar
Kondisi situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020). Foto: Yusuf Nugroho/ANTARA FOTO
"Tapi bisa juga ada gangguan kiri kanannya. Misalnya, ada orang yang melakukan tindakan yang mengganggu. Seperti, orang menggali di sini, kemudian gasnya bocor ke lubang yang digali itu," imbuh dia.
ADVERTISEMENT
Ganjar meminta tim ahli geologi untuk melakukan penindakan jika padamnya api Mrapen disebabkan karena eksploitasi sekitarnya.
"Tapi sekarang sedang kita cek, saya minta dilapori perkembangannya," tandas dia.
Pengeboran Sumur di Dekat Mrapen
Berdasarkan keterangan Kasi Energi Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto, sebelum api abadi Mrapen padam terdapat semburan air bercampur gas di pengeboran sumur yang berlokasi tak jauh dari Mrapen.
Meski semburan itu berhasil ditutup, namun hingga saat ini gas dan air masih terus merembes keluar. Pihaknya juga belum dapat memastikan apakah padamnya api Mrapen karena aktivitas pengeboran itu atau ada penyebab lainnya.
Api untuk Event Olahraga dan Keagamaan
Api Abadi Mrapen Padam, Ganjar Turunkan Tim Selidiki Penyebabnya (252791)
searchPerbesar
Acara pengambilan Api Obor Asian Games di Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
Api Abadi Mrapen sering dipakai untuk menyalakan obor berbagai event olahraga nasional dan internasional, seperti Games of the New Emerging Forces I, Pekan Olahraga Nasional, dan Asian Games.
ADVERTISEMENT
Api Abadi Mrapen juga tak hanya digunakan untuk acara olahraga saja, tetapi juga pernah digunakan untuk acara keagamaan, seperti upacara Hari Raya Waisak. Bahkan, api ini juga terbang hingga ke Thailand dan Tiongkok untuk acara keagamaan.
Kabarnya, Api Abadi Mrapen sudah ada sejak dahulu. Sekitar 1500-1518 M, saat Kerajaan Majapahit ditaklukkan Kesultanan Demak Bintoro. Tepatnya saat Sunan Kalijaga yang kala itu memimpin Demak.
Kala itu, Sunan Kalijaga yang sedang memimpin Demak beserta rombongan pergi ke suatu tempat. Di tengah perjalanan tepatnya di Mrapen, mereka memutuskan untuk beristirahat karena lelah dan haus.
Sayangnya, di lokasi peristirahatan tidak ada sumber air. Akhirnya Sunan Kalijaga melakukan semedi untuk memohon kepada Tuhan agar diberikan air.
Api Abadi Mrapen Padam, Ganjar Turunkan Tim Selidiki Penyebabnya (252792)
searchPerbesar
Penyatuan api obor dari India dan Mrapen menandai dimulainya perjalanan api obor Asian Games 2018. Foto: Antara/Ismar Patrizki
Setelah itu, Sunan Kalijaga menancapkan tongkat yang dibawanya ke tanah. Tapi yang keluar bukanlah api, melainkan air. Kemudian Sunan Kalijaga mencoba menancapkan tongkatnya sekali lagi dan barulah keluar sumber air yang jernih.
ADVERTISEMENT
Namun, lain halnya jika dilihat dari ilmu pengetahuan. Menurut ilmuan, peristiwa ini merupakan fenomena geologi alam, yaitu keluarnya gas dari perut bumi yang menyebabkan keluarnya api ketika terkena angin.
***
Saksikan video menarik di bawah ini
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020