Arab Saudi Amati Hilal Penentu Idul Adha Hari Selasa, Sama dengan Indonesia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengamat mengamati hilal di menara gedung Fakultas Kedokteran Kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA), Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/3/2023). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pengamat mengamati hilal di menara gedung Fakultas Kedokteran Kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA), Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/3/2023). Foto: Raisan Al Farisi/Antara Foto

Sama seperti Indonesia, Arab Saudi akan mengamati Bulan Sabit (hilal) datangnya bulan Zulhijah pada Selasa (27/5) petang. Mahkamah Agung Saudi menyerukan umat Islam di negaranya mengamati Bulan pada hari itu.

Mengutip Arab News, hari Selasa (27/5) bertepatan dengan tanggal 29 Zulkaidah 1446 H. Jika Bulan Sabit ((hilal) yang menandai bulan baru Hijiriah terlihat, maka 1 Zulhijah akan jatuh pada 28 Mei. Dengan demikian, hari pertama Idul Adha (10 Zulhijah) jatuh pada Jumat, 6 Juni.

Namun, jika hilal tak terlihat pada Selasa petang, maka 1 Zulhijah akan dimulai pada Kamis, 29 Mei dan Idul Adha jatuh pada Sabtu, 7 Juni.

Umat Islam memanjatkan doa menjelang wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Mahkamah Agung Saudi meminta siapa pun yang melihat Bulan Sabit dengan mata telanjang atau melalui teropong melapor ke pengadilan terdekat dan merekam kesaksian mereka, atau menghubungi pusat terdekat untuk membantu mereka mencapai pengadilan terdekat.

Zulhijah adalah bulan ke-12 atau bulan terakhir dalam kalender Islam (Hijriah). Zulhijah juga disebut bulan haji karena di bulan ini puncak haji berlangsung, ditandai dengan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah.

Sedang Idul Adha juga disebut hari raya kurban. Umat Islam menyembelih hewan kurban pada 10-13 Zulhijah.

Hilal di RI Sudah Memenuhi Kriteria MABIMS

Tim Hisab Rukyat melakukan pemantauan rukyatul hilal penentuan 1 Syawal 1446 Hijriah di Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Jakarta, Sabtu (29/3/2025). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang Isbat penentuan awal Zulhijah 1446 H pada Selasa (27/5) mulai pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan hasil perhitungan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, yakni antara 0° 44,15’ (nol derajat empat puluh empat koma lima belas menit) hingga 3° 12,29’ (tiga derajat dua belas koma dua puluh sembilan menit).

Sementara sudut elongasi berkisar antara 5° 50,64’ (lima derajat lima puluh koma enam puluh empat menit) hingga 7° 6,27’ (tujuh derajat enam koma dua puluh tujuh menit).

“Kondisi tersebut telah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang menjadi acuan utama dalam penetapan awal bulan Hijriah di kawasan Asia Tenggara,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Sidang Isbat di Jakarta, Rabu (21/5).

Foto udara suasana jual beli hewan ternak kambing jelang Idul Adha 1445 Hijriah di pasar penanggalan Jawa (Pasaran Pon), Pasar Hewan Pon Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (10/6/2024). Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Meski hilal secara hisab sudah memenuhi syarat, tapi tetap harus dikuatkan dengan pengamatan langsung (rukyat).

kumparan post embed

Muhammadiyah Idul Adha Jumat, 6 Juni

Adapun PP Muhammadiyah, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, telah menetapkan bahwa Idul Adha 1446 H jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

kumparan post embed