Arab Saudi, Iran, dan 4 Negara Lain Jadi Anggota Baru BRICS
ยทwaktu baca 2 menit

Lima kepala negara anggota blok ekonomi BRICS pada Kamis (24/8) mengumumkan penerimaan enam negara calon anggota tetap baru yang akan berlaku mulai tahun depan.
Pengumuman terkait keenam calon anggota baru ini muncul di hari terakhir pertemuan KTT ke-15 BRICS yang dilaksanakan sejak Selasa (22/8) di Ibu Kota Afrika Selatan, Johannesburg.
Presiden Jokowi juga hadir dalam KTT BRICS sebagai tamu undangan.
Dikutip dari AFP, lima negara anggota inti BRICS โ Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, sepakat mulai 1 Januari 2024 untuk menyambut keanggotaan baru dari enam negara, yaitu:
Argentina
Ethiopia
Iran
Arab Saudi
Mesir
Uni Emirat Arab (UAE)
Seruan untuk memperluas keanggotaan BRICS telah mendominasi agenda pembahasan di Johannesburg dalam KTT kali ini. Perbedaan kepentingan antara sesama negara besar juga menjadi tantangan tersendiri bagi internal BRICS.
China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping punya ambisi lebih politis agar BRICS meroket sebagai saingan blok ekonomi Barat G7.
Rusia, saat ini, seolah mencari sekutu yang bisa dipercaya di tengah isolasi Barat dan perang di Ukraina. Sementara India lebih berfokus pada cara-cara mengembangkan ekonomi dan melepaskan diri dari ketergantungan dolar.
"Namun kelompok ini, yang membuat keputusan berdasarkan konsensus, telah menyepakati prinsip-prinsip panduan, standar, kriteria dan prosedur dari proses perluasan BRICS," kata Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa.
Sebelumnya, pejabat Johannesburg mengungkapkan lebih dari 40 negara asal Global South telah mengajukan keanggotaan ke BRICS sebagai cara untuk mengurangi ketergantungan ekonomi dari Barat.
Para kepala negara BRICS memberikan dukungannya kepada enam negara tersebut. "Perluasan keanggotaan ini bersejarah," kata Xi.
"Perluasan ini juga merupakan titik awal yang baru bagi kerja sama BRICS. Ini akan membawa semangat baru pada mekanisme kerja sama BRICS dan semakin memperkuat kekuatan untuk perdamaian dan pembangunan dunia," sambung dia.
Dengan masuknya keenam negara itu, kata Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, maka BRICS saat ini mewakili 46 persen populasi dunia sekaligus meningkatkan kontribusi pada GDP global.
