Arahan Jokowi soal Penanganan Corona di Aceh: Tekan Kasus hingga Awasi Bansos

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo tiba di Aceh. Foto: Laily Rachev/ Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo tiba di Aceh. Foto: Laily Rachev/ Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi pada Selasa (25/8) kemarin menyambangi Provinsi Aceh untuk meresmikan tol hingga memantau perkembangan penanganan kasus virus corona.

Dalam kunjungannya, ia juga sempat membagikan bantuan presiden (banpres) kepada pelaku usaha mikro dan kecil.

Jokowi pun turut memberikan sejumlah arahan kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan jajarannya untuk terus mengendalikan pandemi corona. Berikut kumparan rangkum beragam arahan Jokowi saat kunjungan kerja di Aceh.

Tekan Kasus Corona Sampai Hilang

Presiden Joko Widodo tiba di Aceh. Foto: Laily Rachev/ Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi mengakui kasus corona di Aceh jauh lebih baik dibandingkan sebagian provinsi di Indonesia. Meski begitu, ia meminta jajaran Pemprov Aceh untuk terus menekan penyebaran virus corona.

"Saya tadi sampaikan ke Pak Gubernur, agar pengendalian ini betul-betul terus ditekan agar COVID-19 bisa hilang dan tidak ada lagi di Provinsi Aceh dan Tanah Air kita Indonesia," ungkap Jokowi.

Menurutnya, salah satu cara paling efektif dalam mencapai target ini adalah kedisiplinan masyarakat Aceh dalam menjalankan protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker ke mana pun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan cuci tangan setelah berkegiatan.

Ancaman Corona Belum Berakhir

Presiden Joko Widodo tiba di Aceh. Foto: Laily Rachev/ Biro Pers Sekretariat Presiden

Ia meminta seluruh warga Aceh agar tidak lengah dan tetap waspada karena pandemi COVID-19 di Indonesia belum tahu kapan berakhirnya. Maka dari itu, semua pihak diminta berhati-hati dalam membuka aktivitas atau kegiatan masyarakat.

"Oleh sebab itu, ancaman COVID-19 ini belum berakhir, saya harapkan manajemen krisis betul-betul dilakukan di setiap unit manajemen," tutur Jokowi.

Tahapan yang harus diperhatikan sebelum memutuskan membuka suatu sektor harus dimulai dengan pra kondisi, menentukan timing yang tepat, hingga mana sektor yang jadi prioritas.

"Yang risiko paling tinggi buka paling akhir atau enggak usah dibuka dulu. Kalau ini secara ketat kita kerjakan, insyaallah yang namanya angka kasus di Provinsi Aceh ini akan terus bisa diperkecil dan kemudian bisa hilang dari NAD," jelas Jokowi.

Jangan Biarkan Kasus Corona di Aceh Membesar

Ruang isolasi yang dipersiapkan untuk pasien yang terjangkit virus corona di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Kasus virus corona di Aceh terbilang cukup terkendali dibandingkan provinsi-provinsi lainnya. Hingga Selasa kemarin, total kasus positif mencapai 1.241 orang atau menyumbang 0,8 dari total kasus di Indonesia.

Meski angkanya cukup kecil, ia menegaskan tak ingin ada peningkatan kasus positif corona lagi.

"Kita semuanya patut bersyukur, bahwa di Aceh kasus sampai hari ini. Tadi dapat laporan dari Pak Gubernur 1241 kasus, ini masih dalam angka yang kecil, tetapi jangan dibiarkan untuk membesar lagi. Kasus kematian baru 30, dan yang sembuh 191," ujar Jokowi.

kumparan post embed

Sementara angkanya masih terbilang kecil, ia meminta Pemprov Aceh bersama jajarannya untuk terus menggalakkan protokol kesehatan terhadap seluruh warganya.

"Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Pak Pangdam, Pak Kapolda, agar Gubernur di-backup betul yang berkaitan dengan hal-hal yang sudah sering saya sampaikan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumun, berdesakan," ucap dia.

Bersyukur Kesembuhan Pasien Corona di RI Tinggi

Petugas medis menggunakan alat pelindung diri melakukan rapid test kepada santri di pondok pesantren di Sibreh, Aceh, Kamis (11/6). Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP

Di sisi lain, ia bersyukur karena kesembuhan pasien corona di Indonesia cukup tinggi. Bahkan, persentase pasien sembuh sudah di atas rata-rata kesembuhan dunia.

"Sampai hari ini, yang positif di Indonesia ada 155 ribu, tapi kita patut bersyukur yang sembuh 111 ribu. Sudah 70 persen yang sembuh. Ini juga di atas rata-rata internasional," ungkapnya.

Dengan tingginya rata-rata kesembuhan di Indonesia, ia berharap Provinsi Aceh juga bisa mengikuti capaian ini.

"Kita berharap di Provinsi Aceh juga sama. Tadi yang masih kecil-kecil, (kasus baru bertambah) 36, 49, bisa ditangani dengan baik jadi enggak ke mana-mana," ungkap dia.

Minta Pemberian Bansos Diawasi

Presiden Jokowi bertolak ke Aceh untuk kunjungan kerja. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Dalam kesempatan kemarin, Jokowi membagikan bantuan kepada 200 penerima yang masing-masing mendapatkan Rp 2,4 juta. Jumlah itu hanya sebagian dari total 12 juta penerima banpres yang terdiri dari beberapa pelaku usaha di masing-masing daerah.

"Ini hari ini diberikan di lingkungan kita sebanyak 200 lebih pelaku usaha mikro kecil, tapi sampai akhir September akan diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh tanah air," kata Jokowi di Pusat Layanan Terpadu UMKM, Banda Aceh.

Ia pun berpesan kepada seluruh kepala daerah di Aceh untuk terus mengawasi pembagian bantuan sososial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebab, bansos berkaitan erat dengan stimulus ekonomi.

embed from external kumparan

Bansos yang dimaksud mulai dari BLT Desa, bansos tunai, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), dan sembako serta subsidi listrik.

"Betul-betul di lapangan benar enggak. Tadi sudah saya sampaikan lagi mengenai banpres (bantuan presiden) produktif pada pengusaha mikro dan kecil sebesar Rp 2,4 juta, langsung ke rekening mereka. Kita berikan ke 12 juta pengusaha. Ini kita harapkan bisa jadi stimulus ekonomi," tutup Jokowi.

=====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona