AS Bantah Akan Tarik Pasukan dari Irak

Pemerintah Amerika Serikat membantah akan menarik pasukan mereka dari Irak. Menurut Menteri Pertahanan AS Mark Esper, pasukan AS masih akan berada di negara itu untuk memerangi ISIS.
Diberitakan Reuters, Esper pada Senin (6/1), membantah pihaknya pernah mengeluarkan surat perintah penarikan pasukan. Sebelumnya beberapa media asing mengaku mendapatkan bocoran surat yang menyebut 5.000 tentara AS akan dipulangkan menggunakan helikopter.
Beberapa saksi kepada Reuters juga mengaku mendengar suara helikopter di atas Baghdad. Esper menegaskan tentara AS tidak akan meninggalkan Irak dan belum ada perencanaan soal itu.
"Tidak ada keputusan apa pun untuk meninggalkan Irak," kata Esper.
"Saya tidak tahu itu surat apa, kami akan cari tahu dari mana datangnya, apa itu. Tapi belum ada keputusan yang dibuat untuk meninggalkan Irak. Titik," lanjut dia.
Sebelumnya Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Mark Milley, mengatakan surat yang bocor itu hanya draf atau rancangan saja untuk situasi yang mungkin terjadi.
"Bahasa yang buruk, penarikan. Itu bukan yang terjadi," kata Milley.
Parlemen Irak awal pekan ini telah mengeluarkan resolusi yang meminta tentara AS segera hengkang dari negara itu. Ini adalah buntut ketegangan usai pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad pekan lalu.
Tentara AS telah berada di Irak sejak invasi yang menggulingkan Saddam Hussein pada 2003. AS beralasan invasi dilakukan untuk menghancurkan senjata pemusnah massal Irak, yang hingga saat ini tidak bisa dibuktikan klaimnya. Saat ini, masih ada 5.000 tentara AS di negara tersebut dalam misi memberantas ISIS.
