AS Kecam China yang Cabut Izin Siaran BBC Usai Tayangkan soal Uighur

kumparanNEWSverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BBC. Foto: REUTERS/Neil Hall
zoom-in-whitePerbesar
BBC. Foto: REUTERS/Neil Hall

Izin siaran BBC World News telah dicabut otoritas penyiaran China, NRTA, usai menayangkan investigasi terkait dugaan penyiksaan dan kekerasan seksual terhadap wanita Uighur oleh polisi dan penjaga di kamp-kamp China pada 3 Februari lalu.

Amerika Serikat (AS) yang sudah berseteru dengan China sejak lama, mengecam tindakan tersebut. AS mendesak China untuk memberikan kebebasan pers.

"Kami benar-benar mengutuk keputusan RRT (China - red) yang melarang BBC World News," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, kepada wartawan seperti dikutip dari AFP pada Kamis (11/2) waktu setempat.

"Kami menyerukan kepada RRT dan negara-negara lain yang memiliki kendali otoriter atas penduduk untuk mengizinkan warga mengakses akses penuh internet dan kebebasan media," lanjut Price.

Ilustrasi Bendera China. Foto: Shutter Stock

Sebelumnya, NRTA menyatakan BBC World News telah melanggar pedoman siaran bahwa "berita harus jujur dan adil" serta tidak "merugikan kepentingan nasional China,"

NRTA menegaskan tidak mengizinkan BBC untuk melanjutkan siaran di China, serta tidak akan menerima pengajuan izin siaran baru.

Kementerian Luar Negeri China turut bereaksi keras terhadap hasil investigasi BBC soal Uighur yang menilainya sebagai "penyelidikan palsu,".

Di sisi lain, atas pencabutan izin tersebut, BBC mengaku kecewa.

"BBC adalah penyiar berita internasional paling tepercaya di dunia dan melaporkan berita-berita dari seluruh dunia secara adil, tidak memihak, dan tanpa rasa takut atau mendukung," kata seorang juru bicara BBC.

kumparan post embed