AS Pertanyakan Keberadaan Menhan China yang Menghilang Misterius

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan China yang baru, Li Shangfu. Foto: Mark Schiefelbein/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan China yang baru, Li Shangfu. Foto: Mark Schiefelbein/AP Photo

Pemerintah Amerika Serikat mempertanyakan keberadaan Menteri Pertahanan China, Li Shangfu, yang secara mendadak membatalkan pertemuan dengan pemimpin militer Vietnam pekan lalu.

Li (65 tahun) — yang ditunjuk sebagai menteri pada Maret 2023 ini, diketahui sudah lebih dari dua minggu tak muncul di hadapan publik.

Dikutip dari AFP, Washington meyakini Li sedang dalam penyelidikan oleh Partai Komunis China dan telah dibebastugaskan. Mengutip info dari pejabat AS, pembahasan ini dilaporkan The Financial Times pada Kamis (14/9).

Dalam laporan itu, dikatakan bahwa tiga pejabat AS serta dua orang dari intelijen AS meyakini Li Shangfu telah dicopot dari tugasnya sebagai menteri dan sedang diinvestigasi. Tidak disebutkan bukti yang mendukung dugaan tersebut.

Terpisah, Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel juga menyoroti hilangnya Li dari sorotan publik — yang terjadi beberapa bulan setelah Menteri Luar Negeri China Qin Gang menghilang secara misterius dan berujung dipecat.

Dalam postingannya di platform X, Emanuel mengatakan Li Shangfu sudah tidak terlihat atau terdengar kabarnya selama tiga minggu. Dia juga menyebut kemungkinan Li saat ini menjadi tahanan rumah.

Kemunculan Li di depan publik terakhir kalinya bulan lalu, ketika dia berkunjung ke Rusia untuk menghadiri konferensi soal keamanan pada 15 Agustus 2023.

Menteri Luar Negeri China Qin Gang menghadiri konferensi pers setelah pembicaraan dengan mitranya dari Belanda Wopke Hoekstra di Beijing, China, 23 Mei 2023. Foto: Thomas Peter/REUTERS

Dua hari setelah konferensi itu berlangsung, pemerintah Belarusia merilis foto-foto yang memperlihatkan pertemuan antara Li dengan Presiden Alexander Lukashenko.

Selain Qin dan Li, pejabat tinggi Partai Komunis China lainnya yang menimbulkan pertanyaan adalah pimpinan Rocket Force — unit elite militer yang mengawasi persenjataan nuklir Beijing.

Mantan komandan Rocket Force, Li Yuchao, tidak terlihat di depan publik selama berminggu-minggu sebelum posisinya dicopot. Media yang dikelola pemerintah Beijing, Xinhua, pun bungkam mengenai alasan pemecatan Li Yuchao.

Pencopotan serangkaian pejabat tinggi Partai Komunis China ini membuat Emanuel — yang secara terbuka mengkritik Presiden Xi Jinping, mengemukakan beragam spekulasi.

"Susunan kabinet Presiden Xi sekarang menyerupai novel Agatha Christie, And Then There Were None. Pertama, Menteri Luar Negeri Qin Gang menghilang, kemudian komandan Pasukan Roket menghilang, dan sekarang Menteri Pertahanan Li Shangfu tidak terlihat di depan umum selama dua minggu," tulis Emanuel di platform X pada pekan lalu.

Pembukaan Kongres Partai Komunis China oleh Presiden Xi Jinping Foto: Thomas Peter/Reuters

Kemudian, pada Kamis (14/9) Emanuel kembali mengomentari susunan pemerintahan Beijing yang saat ini disebut sedang terguncang.

Di platform X, dia tampak secara terbuka memprovokasi pemerintah Xi — mempertanyakan apakah otoritas China telah menjadikan Li Shangfu sebagai tahanan rumah.

"Pertama: Menteri Pertahanan Li Shangfu tidak terlihat atau terdengar kabarnya selama 3 minggu. Kedua: Dia tidak hadir dalam perjalanannya ke Vietnam," tulis Emanuel.

"Sekarang: Dia tidak hadir dalam pertemuan yang dijadwalkan dengan Kepala Angkatan Laut Singapura karena dia dikenakan tahanan rumah???... Mungkin akan semakin ramai di sana," imbuhnya.

Adapun Li Shangfu adalah jenderal yang disanksi oleh eks Presiden AS Donald Trump pada 2018 usai membeli teknologi militer buatan Rusia. Penunjukan Li Shangfu berlangsung bertepatan di saat meningkatnya konfrontasi dengan Washington — sekaligus dengan Taiwan.

kumparan post embed