Asa Wisnu Jadi Polisi Pupus Usai Tewas Ditabrak Saat Pakai GrabWheels

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ammar Nawwar dan Wisnu, dua pengguna grabwheels yang tewas ditabrak mobil. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ammar Nawwar dan Wisnu, dua pengguna grabwheels yang tewas ditabrak mobil. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Dua pengguna GrabWheels atau skuter listrik tewas ditabrak Camry Minggu dini hari, (10/11). Saat kejadian, kedua pemuda bernama Wisnu dan Ammar Nawwar itu tengah menjajal transportasi yang tengah populer itu bersama 4 teman lainnya di kawasan FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.

Wanda, menjadi salah satu di antara empat orang yang menyaksikan kedua sahabatnya itu ditabrak pengemudi Camry hitam. Ditemui di rumah Ammar Nawwar, mahasiswi semester satu Universitas Darma Persada itu nampak masih sangat lesu.

Mereka merupakan rekan sejawat semenjak sekolah di SMA 31 Jakarta. Sejak lulus pertengahan tahun lalu, mereka masih sering menghabiskan waktu bersama.

Wisnu (tengah), Ammar (paling kanan) foto bersama saat kelulusan SMA 31 Jakarta. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

“Sebelumnya emang banyak kenangan banget soalnya kita satu geng, hampir main itu tiap hari. Kita lulus SMA tapi geng kita ini masih main. Nongkrong di warung mamah saya,” ujar Wanda mengenang dua sahabatnya, Jumat (15/11).

“Wanda temen satu SMA, temen baik sempat sekelas sama Ammar. Sama Wisnu enggak,” sambungnya.

Salah satu yang paling diingat Wanda dari sahabatnya Wisnu yakni keinginan untuk menjadi polisi. Atas keinginan itu, Wisnu menyiapkan diri dengan mengikuti berbagai latihan fisik.

“Wisnu emang pengen jadi polisi sih, lagi pelatihan dia sekarang,” tutur Wanda.

Wanda, teman Ammar dan Wisnu yang tewas ditabrak mobil saat bermain skuter listrik. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Saat peristiwa maut itu terjadi, menurut Wanda, Wisnu sempat meminta agar mereka berfoto bersama. Namun keinginan terakhir itu urung terlaksana, Wisnu hanya berfoto bersama satu sahabatnya, Bagus, malam itu.

“Ammar sih hari itu dia sempat bilang kalau udah capek, udah pusing gitu. Kalau Wisnu pas skuter mati itu Wisnu pengin kita foto dulu. Tapi pada capek akhirnya Wisnu foto sendiri sama Bagus,” ujarnya.

Darah polisi memang sudah mengalir di tubuh Wisnu. Sang kakak, Jellyta, menyebut ayah mereka merupakan seorang polisi yang saat ini tengah mengikuti sekolah perwira.

“Ayah enggak bisa ikut, hari ini berangkat kan lagi sekolah perwira,” ujar Jellyta yang juga tengah di rumah Ammar.

Jellyta, kakak Wisnu, pengguna skuter listrik yang tewas ditabrak mobil. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Polisi tengah menetapkan pengemudi Camry yang menabrak GrabWheels, DH, sebagai tersangka. Tapi, penyidik memutuskan tidak menahan DH.

Saat diperiksa, DH diketahui mengonsumsi alkohol. Saat kejadian, DH diduga hilang konsentrasi saat mengemudi karena pengaruh alkohol.