Asal Usul Kalimat 'Pokok e Maknyuss' Milik Bondan Winarno

Ungkapan kalimat 'pokok e maknyuss' begitu melekat pada presenter kuliner Bondan Winarno. Kalimat tersebut diutarakan oleh pria kelahiran Surabaya itu ketika menikmati makanan yang menurutnya memiliki cita rasa di atas rata-rata.
Ketika kalimat tersebut keluar dari mulutnya, bisa dipastikan makanan yang ia santap memiliki cita rasa yang enak, nikmat dan lezat.
Penilaian makanan yang mendapatkan label 'pokok e maknyus' pun berdasarkan subjektifitas Bondan Winarno yang telah malang melintang menjadi pembawa acara Wisata Kuliner sejak tahun 2010.
Namun, bagaimana asal muasal kalimat 'Pokok e Maknyuss'?
Kata 'pokok e' berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'pokoknya'. Kata ini digunakan dalam mengutarakan sebuah kepastian.
Misalnya, 'pokok e enak' atau pokoknya enak. Sedangkan kata 'Maknyuss' yang menjadi ciri khas Bondan Winarno, berasal dari ketidaksengajaan.
Dalam sebuah wawancara dirinya mengaku bahwa kata tersebut pertama kali diucapkan oleh almarhum Umar Kayam. Seorang sastrawan, sosiolog dan seorang guru besar di UGM, Yogyakarta.
"Dulu saya suka makan bareng Umar Kayam dan Goenawan Muhammad. Setiap menemukan makanan yang enak, Pak Umar Kayam selalu bilang, “Ini maknyuss, mantap," ujar Bondan seperti dikutip dari Vivanews pada April 2015.
Selain itu, Umar Kayam juga pernah menuliskan kata 'maknyuss' untuk menggambarkan kenikmatan rasa ayam panggang Klaten yang biasa disebut Ayam Penggeng di dalam karyanya.
Kemudian ia tak sengaja mengucapkan kata tersebut ketika sedang syuting acara kuliner bertajuk Wisata Kuliner di sebuah TransTV.
kumparan (kumparan.com) menghubungi Wakil Dekan I dari Institut Seni Indonesia Surakarta, Fakultas Seni Pertunjukan, Dr. Sugeng Nugroho, S.Kar., M.Sn. dirinya berpendapat bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Jawa.
"Jelas itu dari bahasa Jawa, yang artinya sangat enak. 'Maknyuss' itu artinya enak sekali dan nikmat sekali. Kesan yang ditimbulkan seseorang karena menikmati rasa makanan atau minuman yang begitu nikmat," ujar Sugeng pada Rabu (29/11).
Selain 'pokoke maknyuss', Bondan Winarno juga kerap menilai makanan dengan istilah seperti 'Top markotop' yang berati 'top banget'.
Lantas kriteria makanan seperti apa yang bisa dikatakan 'maknyuss'?

Menurut Bondan Winarno, yang paling penting adalah kesan pertama, ketika suapan pertama bertemu dengan lidah kemudian menciptakan sebuah kesan berbeda yang nikmat, itulah yang bisa disebut sebagai 'maknyuss'.
Baginya, kategori makanan 'maknyuss' tak selalu datang dari restoran mahal dan populer.
"Waktu mencicip masakan di Jetis Imogiri, mangut lelenya memang yang terkenal, tapi menurut saya biasa saja. Ketika saya mencoba terancamnya ternyata enak, ada kecipir muda yang rasanya maknyuss. Jadi, kriterianya ya menurut lidah saya," jelasnya Bondan Winarno.
Istilah 'maknyuss' juga digunakan Bondan Winarno sebagai username akun Instagramnya @maknyusbw.
Kini Bondan Winarno telah berpulang di usianya yang menginjak 67 tahun pada Rabu 29 November 2017 pukul 09.05 WIB di RS Harapan Kita Jakarta.
