Asap Karhutla Selimuti Kota Jambi dan Sekitarnya, Jarak Pandang Makin Menipis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabut asap karhutla bikin langit Kota Jambi berubah kelabu. Jarak pandang makin sempit pada Selasa (25/8/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabut asap karhutla bikin langit Kota Jambi berubah kelabu. Jarak pandang makin sempit pada Selasa (25/8/2026). Foto: kumparan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin menyelimuti Kota Jambi dan wilayah sekitarnya, Selasa (25/8) sore.

Pantauan sekitar pukul 14.19 WIB, kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Jambi. Kondisi tersebut terpantau di Simpang Rimbo, kawasan Kantor Gubernur Jambi di Telanaipura hingga kawasan Mayang Masurai.

Kabut asap juga membuat sejumlah wilayah Kota Jambi dan sekitarnya tampak berubah menjadi abu-abu. Jarak pandang mulai terlihat terbatas, sementara matahari tampak berwarna oranye akibat pekatnya asap di udara.

Pantauan udara langit Jambi imbas kebakaran hutan dan lahan pada Selasa (25/8/2026). Foto: Dok. APDI Jambi

Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 15.00 WIB, kualitas udara Jambi berada pada angka 183 AQI US dengan kategori tidak sehat. Polutan utama yang tercatat adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 101 µg/m³.

Meski kondisi udara memburuk dan kabut asap semakin menebal, sejumlah warga dan pengendara sepeda motor masih terlihat beraktivitas di luar rumah.

Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap kesehatan anak-anak yang masih beraktivitas di luar ruangan.

Pantauan udara langit Jambi imbas kebakaran hutan dan lahan pada Selasa (25/8/2026). Foto: Dok. APDI Jambi

Rohana, salah seorang ibu rumah tangga, mengaku khawatir anak-anak tetap bermain di luar rumah ketika kabut asap semakin tebal.

Menurutnya, kondisi udara seperti saat ini membuat dirinya memilih membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk menghindari dampak buruk asap.

Pantauan udara langit Jambi imbas kebakaran hutan dan lahan pada Selasa (25/8/2026). Foto: Dok. APDI Jambi

“Saya khawatir dengan kondisi anak-anak kalau bermain di luar rumah saat kabut asap seperti ini. Asapnya semakin tebal, jadi saya lebih memilih anak-anak berada di dalam rumah,” kata Rohana.

Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi dan wilayah sekitarnya ini menjadi perhatian warga. Terlebih, kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat dan aktivitas masyarakat di luar ruangan masih berlangsung di tengah kondisi tersebut.