ASEAN Tak Akan Kirim Tim Pemantau untuk Pemilu Myanmar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memberikan sambutan saat pembukaan KTT Think Tank ASEAN (ATTS) ke-2 di Nusantara Hall, Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memberikan sambutan saat pembukaan KTT Think Tank ASEAN (ATTS) ke-2 di Nusantara Hall, Sekretariat ASEAN, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

ASEAN dipastikan tidak akan mengirim tim pengamat untuk memantau pemilu Myanmar yang rencananya digelar Desember tahun ini. Keputusan itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn dalam pemaparan hasil KTT ke-47 ASEAN dan KTT terkait, di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Kamis (30/10).

Tim pengamat pemilu memang sudah dibahas dalam pertemuan para pemimpin ASEAN. Tapi dari hasil diskusi tersebut, negara-negara anggota menilai bahwa prioritas utama saat ini adalah mendorong penghentian kekerasan dan memastikan adanya dialog politik yang inklusif sebelum pemilu berlangsung.

“Negara-negara anggota ASEAN ingin melihat penghentian kekerasan dan dialog politik inklusif terlebih dahulu sebelum pemilihan berlangsung,” ujar Kao.

“Tidak akan ada tim pengamat ASEAN yang akan dikirim. Ini sangat jelas," imbuh Kao.

Kao juga menekankan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan prinsip kerja ASEAN yang mengedepankan konsensus dan menghormati keputusan setiap negara anggota. Menurutnya, ASEAN bekerja di dua tingkat: secara kolektif sebagai organisasi dan secara individual melalui negara anggotanya masing-masing.

“Di ASEAN, kami bergerak dengan konsensus. Ketika kami memiliki spektrum keputusan, maka kami harus memahami bahwa ada hal-hal tertentu yang kita sepakat untuk tidak sepaham, yang mana itu adalah hal lumrah,” ujarnya.

Karena itu, meski ASEAN sebagai kelompok tidak akan mengirim tim pengamat, masing-masing negara anggota memiliki kewenangan untuk memutuskan sendiri akankah mengirim pengamat secara individual atau tidak.

“Myanmar telah mengirimkan undangan ke semua negara anggota. Secara kolektif, kami tidak akan mengirim tim pengamatan ASEAN ke sana. Tetapi secara individu, saya tidak bisa memastikan, karena kita belum tahu bagaimana setiap negara anggota ASEAN akan menanggapi undangan yang telah dikirim ke mereka,” tambah Kao.