Aturan PPKM Level 4 Dine In 20 Menit, Ini Bahaya Makan Buru-buru Kata Pakar Gizi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pedagang kaki lima mendorong gerobaknya melintasi jalan di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pedagang kaki lima mendorong gerobaknya melintasi jalan di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

PPKM Level 4 resmi di sebagian besar Jawa dan Bali resmi diperpanjang. Salah satu aturan barunya, masyarakat kini boleh dine in di warung makan, kaki lima, hingga lapak terbuka.

Namun, ada aturan lainnya yang menjadi ramai diperbincangkan. Yakni, mereka yang dine in dibatasi hanya boleh 20 menit.

Publik juga bertanya-tanya, mungkinkah makan 20 menit? Apa tak terburu-buru? Bagaimana efeknya ke kesehatan?

Pakar gizi dr. Jovita Amelia M. Sc Sp. Gk menjawab pertanyaan itu semua. Awalnya ia menjelaskan, ada waktu khusus saat makan agar sinyal kenyang dikirim ke otak.

"Jadi lama waktu makan berhubungan dengan sinyal rasa kenyang yang dikirim ke otak. Biasanya dibutuhkan setidaknya 20 menit untuk mengirimkan sinyal ini," jelas Jovita kepada kumparan, Senin (26/7).

embed from external kumparan

Ingat itu waktu minimal, jadi mungkin saja bisa lebih lama. Nah, dengan aturan PPKM Level 4 terbaru, berarti itu tidak cukup. Sebab, pasti ada proses memesan atau mengambil makanan, minum, bertransaksi, dan sebagainya.

"Karena sinyal kenyang dikirimkan mulai sekitar 20 menit maka jika makan buru-buru kurang dari itu maka kita bisa saja makan dalam jumlah berlebihan dan dapat memicu penambahan berat badan atau obesitas," jelasnya.

"Dan obesitas ini berhubungan dengan berbagai penyakit metabolik spt diabetes, darah tinggi, dan kolesterol tinggi," imbuh dia.

Infografik Penyesuaian Aturan PPKM Level 4. Foto: kumparan

Ia menjelaskan, penelitian di Jepang juga menunjukkan makan dalam waktu cepat berbahaya. Dapat meningkatkan reflux asam lambung.

"Reflux asam lambung ini adalah asam lambung yang naik ke esofagus atau kerongkongan, menimbulkan gejala seperti rasa terbakar di perut dan dada, nyeri dada dan mual," ungkap Jovita.

"Oiya si reflux ini bisa juga terjadi overeating yang terjadi karena makan dalam waktu cepat ya," tutup dia.