Australia Berencana Tutup Perbatasan Hingga 2021

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah turis berjalan di kawasan Circular Quay, Sydney, Australia. Foto: AFP/PETER PARKS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah turis berjalan di kawasan Circular Quay, Sydney, Australia. Foto: AFP/PETER PARKS

Australia berencana menutup perbatasan bagi pendatang dari luar negeri hingga tahun depan. Akan tetapi, pengecualian akan diberikan kepada para pelajar dan pendatang dengan masa tinggal yang lama.

Layaknya negara tetangga Selandia Baru, Australia juga terbilang sukses menangani pandemi virus corona. Hal itu tak lepas dari kebijakan menutup penerbangan internasional dan memberlakukan aturan ketat social distancing.

embed from external kumparan

Menteri Perdagangan Simon Birmingham mengatakan meski memberikan pengecualian kepada pelajar dan pendatang yang tinggal dalam masa waktu lama, pihaknya mewajibkan mereka melakukan karantina.

“Kami akan mewajibkan karantina selama 14 hari yang sejauh ini telah berjalan dengan baik bagi mereka yang kembali ke Australia,” ujar Birmingham seperti dikutip Reuters, Rabu (17/6).

Sejumlah warga beraktivitas di stasiun kereta Sydney Central, Australia, Selasa (16/6), Foto: Loren Elliott/ REUTERS

Hingga kini, Australia memiliki 7.300 kasus positif corona dengan 102 orang meninggal dunia. Pada Rabu (17/6) ini, Negeri Kangguru mencatatkan lonjakan kasus baru corona dengan terbanyak berlokasi di Victoria.

Dalam waktu 24 jam, Victoria mencatatkan 21 kasus, dengan 15 kasus di antaranya berasal dari pendatang. Total, Victoria memiliki 22 kasus, sementara negara bagian lainnya belum melaporkan perkembangan datanya.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.