'Ayah Ada Bom, Buruan Jemput'

kumparanNEWSverified-green

clock

Jihan Audria korba ledakan bom Kampung Melayu. (Foto: Lia Santosa/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Jihan Audria korba ledakan bom Kampung Melayu. (Foto: Lia Santosa/Antara)

Tragedi bom bunuh diri Kampung Melayu menyisakan kenangan pahit tersendiri dalam ingatan para korban selamat, yang menjadi saksi kengerian ledakan itu. Jihan Audria (19) salah satunya.

Mahasiswa jurusan Akuntansi kampus STTI (Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia) ini tak pernah menyangka, kegembiraannya bermain di Dunia Fantasi (Dufan) Ancol pada Rabu (23/5) itu, berujung petaka yang menyebabkan daun telinganya terluka.

Ibunda Jihan, Siti Nurbaiti bercerita, ledakan bom terjadi ketika putrinya turun dari TransJakarta di Halte Kampung Melayu.

"Dia (Jihan) sehabis pergi dari Dufan. Berlima sama teman-temannya, tapi yang tiga orang turun di halte pasar, dia sama seorang temannya turun di Halte TransJ Kampung Melayu sekitar pukul 21.00 WIB," ujar Siti di kediamannya, di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (27/5).

Situasi TKP bom bunuh diri Kampung Melayu (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)
zoom-in-whitePerbesar
Situasi TKP bom bunuh diri Kampung Melayu (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Jihan yang turun dari bus yang ditumpanginya, kata Siti, sangat terkejut dengan suara bom yang meledak ketika ia hendak menyeberang jalan. Pakaian Jihan seketika langsung berlumuran darah.

"Teman Jihan yang melihat Jihan terciprat darah dan terkena serpihan daging (manusia) langsung berteriak 'Jihan itu ada daging. Ada darah!' sambil menangis," kata Siti.

Kedua gadis itu langsung berlari menjauh dari Halte dan mendapat pertolongan dari warga sekitar.

"Orang-orang di sekitar terminal langsung menyuruh Jihan dan temannya untuk menyeberang. 'Neng, buruan, neng! Sini nyebrang' gitu katanya," ucap Siti.

Saat Jihan dan temannya sudah berada di seberang Halte, kata Siti, ledakan kedua terjadi. Jihan tak kuasa lagi membendung air matanya. Ia menelepon sang ayah sambil menangis.

"Jihan menelepon bilang 'Ayah ada bom. Buruan jemput ini telinganya sakit' gitu kata dia sambil ketakutan," ujar Siti.

Penjagaan di lokasi ledakan bom Kp. Melayu. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Penjagaan di lokasi ledakan bom Kp. Melayu. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Ayah Jihan langsung menjemput dan membawa Jihan ke Rumah Sakit Hermina.

"Kata dokter dia enggak apa-apa, cuma telinganya agak luka sedikit. Jihan enggak mau dirawat, akhirnya sama dokter cuma dikasih obat saja. Kata dokter kalau ada pusing, mual, muntah, baru Jihan dibawa ke rumah sakit lagi," jelas Siti.

Kondisi Jihan kini semakin membaik. Namun ia masih enggan pergi kuliah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Sesekali Jihan keluar rumah bersama ibunya pergi ke pasar.