Bahlil: Golkar Satu-satunya Partai yang Tidak Ada Bosnya, Bosnya Rakyat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia melepas peserta mudik gratis di DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (26/3). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia melepas peserta mudik gratis di DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (26/3). Foto: Haya Syahira/kumparan

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menegaskan, Golkar adalah partai yang tidak memiliki kepentingan dengan salah satu tokoh tertentu.

Bahlil mengungkapkan hal itu ketika disinggung soal kans mengajak Presiden ke-7 Jokowi untuk bergabung ke partai berlambang pohon beringin tersebut. Bahkan, ia menyebut Golkar tidak memiliki bos besar.

“Partai Golkar ini adalah partai yang inklusif, terbuka. Satu-satunya partai yang tidak ada bosnya. Bosnya negara, bosnya rakyat, gitu loh,” kata Bahlil kepada wartawan usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) Golkar DIY di Hotel Royal Ambarrukmo, Sleman, Minggu (18/5).

Foto multiple exposure Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat menyampaikan refleksi akhir tahun 2024 dan outlook 2025 Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (31/12/2024). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Bahlil menyebut, Golkar adalah partai yang terbuka bagi siapa pun, termasuk untuk Jokowi. Namun, lanjut Bahlil, tetap ada mekanisme atau proses dalam partai.

“Jangankan pintu, jendela pun kita buka. Jangankan pintu dengan jendela, pagar halaman pun kita buka. Apalagi yang masuk tokoh besar,” tuturnya.

“Kami dengan senang hati kalau itu, katakanlah, anda tokoh-tokoh yang mau masuk, siapa pun dia, selama semuanya lewat proses dan lewat mekanisme partai, aturan partai,” ujarnya.

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) ditemui di salah satu rumah makan Solo, Rabu (14/5/2025). Foto: kumparan

Jokowi dipecat dari PDIP pada Desember 2024. Ia dipecat bersama anaknya yang merupakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan menantunya yang merupakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Belakangan, Jokowi juga dikaitkan dengan PSI yang akan juga melakukan pemilihan ketua umum. Ketum PSI saat ini juga putra bungsu Jokowi yakni Kaesang Pangarep.