Bakom: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Tak Ada yang Ditangkap karena Hina Presiden

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Hariqo Wibawa Satria dalam acara Dialog Nasional Refleksi 2 Pemerintahan Presiden Prabowo di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Hariqo Wibawa Satria dalam acara Dialog Nasional Refleksi 2 Pemerintahan Presiden Prabowo di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Hariqo Wibawa Satria mengatakan tidak ada orang yang ditangkap karena menghina Presiden Prabowo Subianto selama 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia juga menyebut tidak ada orang yang dikriminalisasi karena mengkritik pemerintah.

“Bahwa selama 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo, tidak ada satu orang pun yang ditangkap karena menghina presiden. Selama 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo, tidak ada orang yang dikriminalisasi, dicari-cari kesalahannya karena mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo,” kata Hariqo dalam acara Dialog Nasional Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Ia menegaskan, kebebasan berpendapat tetap dijunjung tinggi di era pemerintahan Prabowo. Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut menyampaikan kritik kepada pemerintah.

“Bahkan di ulang tahun Polri, Pak Prabowo mengatakan, ‘Orang yang benar harus merasa aman,’ ya. ‘Siapa pun yang mengkritik pemerintah harus merasa aman’,” ujarnya.

Hariqo mengatakan, kondisi tersebut berbeda dari kekhawatiran sejumlah pihak yang sebelumnya memperkirakan pemerintahan Prabowo, yang berlatar belakang militer, akan membuat masyarakat takut menyampaikan pendapat.

“Jadi, ramalan-ramalan orang semuanya gagal. Orang meramal ketika Pak Prabowo jadi presiden, dari militer, maka seluruh negeri ini akan ketakutan, tidak terbukti. Justru kebebasan berpendapat itu sangat penting, jadi kebebasan berpendapat sangat dijunjung tinggi di era pemerintahan Presiden Prabowo, dan itu tentu terbukti,” kata Hariqo.

Hariqo juga mengajak para pendukung pemerintah untuk tidak bersikap antikritik, termasuk pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai, kritik masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut merupakan hal yang wajar, terlebih jika menyangkut keselamatan anak-anak.

“Jadi semilitan apa pun kita sebagai relawan, jangan pernah kita bawa perasaan kalau masyarakat marah-marah terhadap program MBG, itu wajar, siapa pun pasti akan marah kalau ada anaknya yang keracunan. Dan Bapak Ibu juga jangan ragu-ragu, dikritik saja habis-habisan program MBG itu, karena memang program ini butuh sekali banyak perbaikan,” ujar Hariqo.

“Dan sudah terbukti, kritik dari masyarakat itu benar. Dulu kan masyarakat bilang MBG itu maling berkedok gizi, terbukti apa enggak. Terbukti, memang betul,” lanjutnya.

Siswa membawa ompreng paket Makan Begizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Selasa (16/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia juga menyinggung adanya penindakan terhadap pihak-pihak melakukan korupsi dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, penindakan tersebut menjadi bagian dari perbaikan program yang perlu terus dilakukan.

“Dulu, ketika program makan bergizi gratis, banyak korupsinya, bahkan tiga orang pimpinannya korupsi, sekarang sudah ditahan bersama 11 orang lainnya, banyak perbaikan. Perlahan-lahan hasil surveinya juga bagus terhadap program MBG ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, dukungan terhadap pemerintah tidak seharusnya membuat para pendukung menutup mata terhadap persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan program. Sebaliknya, kritik masyarakat perlu diterima sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan.

“Nah, jadi kita jangan alergi dengan kritik, sudah banyak kritik dari masyarakat yang terbukti. Tugas kita adalah menerima kritik dan terus-menerus memperbaiki program makan bergizi gratis ini,” ujarnya.

“Dan hari ini terbukti, sudah banyak perbaikan, dan ketika dilakukan uji coba prasmanan, responsnya sangat baik dari masyarakat,” sambung dia.