Balai Konservasi Aceh: Harimau Sumatera Tinggal 250 Ekor

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi harimau Sumatera (Foto: commons wikipedia)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi harimau Sumatera (Foto: commons wikipedia)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melaporkan populasi harimau Sumatera di seluruh wilayah Provinsi Aceh nyaris mengalami kepunahan. Diperkirakan saat ini keberadaan satwa dilindungi itu hanya sekitar 250 ekor.

"Untuk saat ini harimau Sumatera yang masih banyak ditemukan itu di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), populasinya kita duga berkisar 100 ekor,” kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo dalam pesan tertulis diterima kumparan (kumparan.com), Senin (5/3).

Pemerintah Provinsi Aceh sebenarnya telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menyelamatkan harimau tersebut. Seperti moratorium logging, tambang dan moratorium izin baru lahan sawit. “Dengan kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keberadaan populasi harimau Sumatera yang masih ada di Aceh,” ucap Sapto.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Aceh itu untuk menjaga satwa-satwa yang dilindungi agar tetap bisa berkembang bebas di hutan.

“Kebijakan ini kita lakukan sebagai wujud menyelamatkan hewan tersebut dari ancaman kepunahan. Sehingga dengan adanya kebijakan ini dapat mempersempit ruang gerak satwa seperti gajah, harimau, dan lain-lain sehingga bisa eksis dan selamat dari kepunahan," tuturnya.

Mulyadi mengimbau, agar masyarakat Aceh juga tetap waspada terhadap daerah yang rawan konflik satwa. Selain itu warga diminta untuk tidak mengganggu aktifitas hewan dilindungi seperti harimau dan gajah.