Bali Tiadakan Pawai Ogoh-ogoh saat Nyepi 2022 Akibat Kasus COVID-19 Masih Tinggi
·waktu baca 2 menit

Majelis Desa Adat (MDA) Bali memutuskan tidak melaksanakan pawai ogoh-ogoh saat Hari Raya Nyepi tahun 2022. Hal ini karena kasus COVID-19 di Bali masih tinggi.
"Mengingat saat ini kondisi COVID-19 di Bali belum dalam kondisi melandai, melainkan justru meningkat kembali secara ekstrem, dan bersamaan dengan itu juga telah ada kebijakan baru dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah, seperti: status Bali dinaikkan dari PPKM Level 2 menjadi Level 3, dan kembali diberlakukan pembatasan kerumunan," kata Bendesa Agung MDA Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Suhaket, dalam surat penegasan yang dibagikan Humas Pemprov Bali, Senin (14/2).
"Maka dengan sendirinya berarti pawai ogoh-ogoh saat Pangrupukan yang berkaitan dengan rangkaian Hari Suci Nyepi, Tahun Baru Isaka 1944 nanti, tidak dilaksanakan," tambah dia.
Ia juga meminta seluruh pihak desa memperhatikan protokol kesehatan saat melaksanakan rangkaian Melasti dan Tawur Kasangka dalam Hari Nyepi. Yakni warga bisa melakukan rangkaian upacara tersebut di pantai yang berdekatan dengan desa.
Rangkaian upacara dapat dilakukan di Pura dengan jumlah umat maksimal 50 orang. Bagi umat yang sakit diimbau tetap berada di rumah.
"Dilarang memakai atau membunyikan petasan atau dan sejenisnya. Kegiatan upacara Panca Yadnya agar tetap mengutamakan keselamatan bersama, mematuhi protokol kesehatan secara ketat, serta menyesuaikan dengan ketentuan," kata dia.
Pada 2022, perayaan ogoh-ogoh jatuh pada Rabu (2/3) dan Nyepi pada Kamis (3/3). Ini adalah ketiga kalinya pawai ogoh-ogoh tak digelar di Bali semenjak tahun 2020 atau sejak pandemi COVID-19 merebak.
Bahkan, tahun 2020, Gubernur Bali Wayan Koster sempat menambah satu hari waktu "Nyepi" bagi warga se-Bali. Ia melarang warga beraktivitas di luar rumah. Kebijakan ini untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 di Pulau Dewata.
Hari ini ada 1.307 kasus baru, 1.686 kasus sembuh dan 20 kasus meninggal terpapar COVID-19 di Bali. Total kumulatif mencapai 140.679 kasus. Terdiri dari 117.137 kasus sembuh, 4.198 kasus meninggal dan 19.344 kasus masih dirawat.
