Bambang Pacul: Bu Megawati 'Singer' Nomor Urut Tak Diundi, Pengiritan Logistik
ยทwaktu baca 2 menit

Pemerintah, DPR, dan KPU sepakat nomor urut parpol peserta pemilu tak diundi dan tetap seperti pemilu 2019. Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) mengatakan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu pengusul nomor urut tak diundi.
"Singer-nya Ibu Ketua Umum, song-nya yang dilakukan adalah nomor urut sebaiknya yang sudah oke, oke saja," kata Pacul di Gedung DPR, Senayan, Selasa (13/12).
Pacul menuturkan alasan Megawati mengusulkan nomor urut tak diundi untuk melakukan pengiritan logistik partai menjelang Pemilu 2024.
"Kenapa? Karena Ibu Ketua Umum itu ibu-ibu kira-kira partai pengiritan tok? Kan eman-eman. Kalau bendera sudah ada nomor urutnya tiba-tiba harus ganti kalau sudah dikasih nomor urut ganti baru, kan, begitu," tuturnya.
"Hal-hal yang kayak gini, kan, menjadi mungkin efisiensi ini soal opo yo pengiritan lah kalau saya bilang," lanjut Ketua Komisi III DPR ini.
Namun, ia menepis anggapan aturan dalam Perppu Pemilu hanya mengakomodasi usulan Megawati. Dia menuturkan usulan Megawati hanya menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah.
"Iya itu tapi bukan karena Bu Mega usulannya. Tapi itu, kan, ditimbang-timbang. Secara subtansi juga oke secara rasional dimasukkan, tentu, kan, Perppu minta pendapat Komisi II ada kemudian penyelenggara pemilunya KPU, kan, ngomong," kata dia.
Pacul yakin pemerintah mempertimbangkan sejumlah hal terkait nomor urut pemilu. Bukan hanya mengakomodir masukan beberapa pihak saja.
"Pasti, kan, ada ditimbang plus minusnya bukan soal like and dislike-nya atau siapa yang jadi singer, tapi song-nya itu juga harus dinikmati bener enggak ini," tutup Pacul.
KPU akan menetapkan nomor urut parpol pada Rabu (14/12) malam. Rencananya, KPU akan mengundang parpol peserta politik dalam penetapan tersebut.
