Bamsoet: Dunia Setiap Hari Berubah, Apa Masih Butuh GBHN?

Wacana pengaktifan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) kembali mengemuka setelah muncul sebagai salah satu rekomendasi Kongres PDIP di Bali. Ketua DPR Bambang Soesatyo, wacana itu perlu kajian atas urgensi menghidupkan lagi GBHN di masa sekarang.
"Saya berpandangan GBHN perlu dikaji lebih dalam lagi karena dinamika ekonomi politik global sekarang ini sangat luar biasa berbeda dengan zaman 20 atau 50 tahun yang lalu," kata Bamsoet sapaan Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/8).
Pengkajian itu menurutnya harus melibatkan banyak pihak. Termasuk dari perwakilan masyarakat hingga akademisi. Sehingga bisa diputuskan dengan baik terkait perlu atau tidaknya pengaktifan kembali GBHN.
"Karena begitu kita putuskan, maka itu akan mengikat puluhan tahun ke depan karena itu garis besar haluan negara kita," jelasnya.
"Sementara dinamika ekonomi politik global itu sangat cepat, apakah ini masih tepat kita menggunakan platform GBHN? Karena dunia setiap hari berubah. Ini akan terjawab kalau kita melakukan kajian dengan melibatkan seluruh rakyat, stakeholder, kalau rakyat membutuhkan kami di parlemen memperjuangkan," lanjutnya.
Namun, jika hasil kajian dan masukan masyarakat GBHN sudah tidak relevan, maka tidak perlu lagi diwacanakan. "Kalau rakyat mengatakan tidak membutuhkan karena tidak menjawab tantangan zaman ya kita akan mengikuti kehendak rakyat," tegasnya.
