Bamsoet: Jelang Munas Seperti Reformasi, Banyak Pemecatan dan Ancaman

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Calon Ketua Umum Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut ada banyak pendukungnya yang diintimidasi jelang musyawarah nasional (Munas) Desember mendatang. Bahkan, menurut Bamsoet, situasi di internal partainya saat ini seperti masa-masa menjelang reformasi.

"Menghadapi munas yang tinggal beberapa pekan lagi, saya serasa mengingat masa-masa menjelang reformasi kemarin. Banyak larangan, ancaman, pemecatan, dan lain-lain," kata Bamsoet saat diskusi publik di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Menurut Bamsoet, sudah banyak pendukungnya yang dipecat dari partai. Bahkan, ia mulai memikirkan untuk tidak maju di Munas Golkar demi melindungi para pendukungnya.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Dok. MPR

"Saya cooling down dan menyampaikan, beberapa hari kemarin belum memutuskan untuk maju atau tidak. Ini maksudnya agar pendukung-pendukung saya tidak dizalimi, tidak disingkirkan karena di DPR saja sudah banyak korban," tuturnya.

Bamsoet menyebut, sudah banyak kader partai yang awalnya menjabat sebagai ketua komisi Golkar yang tiba-tiba digeser ke komisi lain yang tidak sesuai dengan bidangnya. Meski tak menyebut siapa kader yang dimaksud, menurut Bamsoet, hal ini bukan merupakan langkah pengelolaan partai yang tepat.

kumparan post embed

"Mudah-mudahan tiga minggu ini bisa selesai dan kita lalui dengan baik, dan siapa pun yang terpilih menjadi ketua Partai Golkar, timbul kesadaran bahwa memimpin itu merangkul, bukan memukul," tandas Bamsoet.

Partai Golkar akan menggelar musyawarah nasional (Munas) pada 4-6 Desember 2019. Dalam munas tersebut, salah satu agenda yang dilakukan adalah memilih ketua umum untuk periode yang baru.