Bandung Diprediksi Akan Macet Jumat-Sabtu, Sambut Persib
ยทwaktu baca 2 menit

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung telah mempersiapkan skenario pengamanan lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga ketertiban dalam laga final leg kedua Liga 1 yang akan berlangsung di Stadion Bangkalan, Madura, pada Jumat (31/5/2024).
Setelah kemenangan gemilang 3-0 di leg pertama, Maung Bandung hanya membutuhkan hasil imbang untuk meraih gelar juara Liga 1 musim 2023/2024.
Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Eko Iskandar, menyatakan bahwa beberapa skenario sudah dipersiapkan untuk mengatasi prediksi kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas.
"Karena ini momen yang ditunggu-tunggu oleh para pendukung Persib dan juga masyarakat Bandung dan provinsi Jawa Barat, kita akan memberikan pengamanan yang maksimal," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/5/2024)
Jumat
Eko menjelaskan, pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, kemacetan diprediksi terjadi di beberapa titik di Kota Bandung.
"Prediksi kita pukul 20.30 menjelang selesai pertandingan, sampai 24.00 itu akan terjadi kepadatan mulai dari pintu tol Pasteur sampai Gesat, Jalur Pasteur, Dago-Cikapayang, Gasibu, Wastukencana, Merdeka, dan Jalan Ir. H. Juanda," jelas Eko.
Eko menambahkan, nantinya sebanyak 350 personel lalu lintas, dibantu oleh Ditlantas Polda Jabar, akan diterjunkan untuk mengelola arus lalu lintas.
Sabtu
Selain itu, Polrestabes Bandung juga mempersiapkan pengamanan untuk seremoni penyambutan pemain Persib yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi.
"Prediksi kita Sabtu pagi jam 10.00-19.00, akan terjadi kepadatan di beberapa titik di Kota Bandung," tambah Eko.
Eko mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mematuhi aturan lalu lintas selama perayaan berlangsung.
"Kami mengimbau masyarakat yang berada di Kota Bandung untuk tetap sabar apabila terjadi kemacetan lalu lintas, patuhi aturan lalu lintas dan tetap menjaga ketertiban umum. Bagi Bobotoh yang ingin merayakan euforia hasil pertandingan, kami imbau untuk menjaga kondusivitas, menghargai pengendara lain, tidak merusak fasilitas umum, dan menjaga Bandung agar tetap aman," ujarnya.
