Bangun Kampung Haji, RI Jadi Negara Pertama Beli Properti di Mekah-Madinah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menag Nasaruddin Umar usai Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menag Nasaruddin Umar usai Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Indonesia akan menjadi negara pertama yang membeli properti di dua kota suci Islam di Arab Saudi, yakni Mekah dan Madinah.

Pembelian tersebut dilakukan dalam rangka rencana pemerintah membangun Kampung Haji untuk menampung jemaah haji asal Indonesia.

Menurut Nasaruddin, rencana itu disampaikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat bertemu para tokoh agama Islam di Istana Negara, Selasa (3/2). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada negara lain yang memperoleh kesempatan serupa.

“Kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di Kota Mekah dan Madinah. Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain di Indonesia,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers, Selasa (3/2).

Surat yang ditunjukkan CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan perkembangan Kampung Haji di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/12/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Ia menambahkan, keistimewaan tersebut tidak lepas dari kedekatan hubungan Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman. Hubungan bilateral yang erat itu, menurutnya, turut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh lokasi strategis bagi pembangunan Kampung Haji.

Umat Muslim melaksanakan salat subuh di sekitar Ka'bah di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi, pada awal Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan, Minggu (30/3/2025). Foto: Abdel Ghani Bashir/AFP

Nasaruddin menjelaskan bahwa Kampung Haji Indonesia di Mekah direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 60 hektare dan berjarak sekitar 1–3 kilometer dari Masjidil Haram. Selain itu, kawasan Kampung Haji juga direncanakan akan terhubung langsung dengan Masjidil Haram melalui sebuah terowongan.

“Alhamdulillah karena Bapak Presiden mempunyai hubungan yang dekat dengan, sehingga diberikan kesempatan. Dan kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas,” tambahnya.