Banjir Bali: 2 Warga Jembrana Tewas, 200 Orang Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah fasilitas publik terdampak akibat meluapnya sungai atau Tukad Badung di Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (10/9). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah fasilitas publik terdampak akibat meluapnya sungai atau Tukad Badung di Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (10/9). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan banjir yang melanda Bali pada Selasa (9/9) malam. Banjir dipicu hujan deras.

BNPB menuturkan, berdasarkan laporan dari BPBD setempat, beberapa wilayah terendam banjir yakni Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Kota Denpasar.

"Data sementara yang diterima BNPB pada Rabu (10/9) pukul 11.30 WIB menyebutkan 2 warga meninggal dan 103 KK (200 jiwa) terdampak di Kabupaten Jembrana," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Selain itu, BPBD mencatat 85 warga mengungsi di beberapa titik di Kabupaten Jembrana, di antaranya pos balai Desa Yeh Kuning 10 jiwa, pos balai banjar Yeh Kuning 10 jiwa, musala Assidiqie 40 jiwa dan musala Darul Mustofa 25 jiwa.

"Sedangkan di Kabupaten Klungkung, sebanyak 104 KK (432 jiwa) jiwa terdampak," ucap Muhari.

Sejumlah rumah rusak akibat banjir setelah hujan deras di Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). Foto: Sonny Tumbelaka/AFP
kumparan post embed

Sementara untuk wilayah lain, masih dalam proses pendataan BPBD setempat.

BPBD setempat masih melakukan upaya penanganan darurat. BPBD Bali turut mendukung BPBD kabupaten dan kota untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik.

Kondisi terkini, banjir masih menggenangi wilayah-wilayah terdampak. BNPB memantau situasi penanganan banjir dan berkoordinasi dengan BPBD setempat.

"Melihat pemantauan potensi cuaca, wilayah Bali pada hari ini (10/9) hingga pukul 16.00 Wita masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang," ucap Muhari.

"Peringatan dini cuaca teridentifikasi berada di beberapa wilayah Bali, seperti Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng dan Kota Denpasar," tutur dia.

Sejumlah warga mengevakuasi barang di rumah yang terendam banjir setelah hujan deras di Denpasar, Bali, Indonesia, Rabu (10/9/2025). Foto: Sonny Tumbelaka/AFP

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, maupun angin kencang.

Warga dapat memantau informasi cuaca dari sumber resmi pemerintah untuk kesiapsiagaan.