Banjir, Kotawaringin Barat Berstatus Tanggap Darurat hingga 5 September 2021

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Banjir di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. Foto: BNPB

Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, menetapkan status tanggap darurat banjir pada Senin (23/8). Status tanggap darurat itu diberlakukan setelah banjir melanda sembilan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Arut Utara pada Senin (21/8).

Status itu tertuang dalam SK Bupati No. 360/17/BPBD.IV.2/VIII/2021. Status tanggap darurat berlaku mulai 23 Agustus hingga 5 September 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat melaporkan banjir itu terjadi karena luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Arut Utara disertai dengan fenomena pasang surut air laut.

Banjir di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. Foto: BNPB

Wilayah yang terdampak adalah Desa Sambi, Desa Sungai Dau, Desa Pandau, Desa Panahan, Desa Riam, Desa Kerabu, Desa Panyombaan, Desa Gandis, Desa Sukarami yang berada di Kelurahan Pangkut.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Selasa (24/8) melaporkan sebanyak 255 Kepala Keluarga (KK) atau 560 jiwa terdampak. Sebanyak 3 KK mengungsi ke rumah kerabat.

Banjir di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. Foto: BNPB

Sementara itu, 255 unit rumah terendam, 4 unit fasilitas pendidikan terdampak, 3 unit tempat ibadah terdampak, 1 unit jembatan terdampak, dan jalan desa sepanjang 50 m tergenang.

Akibat genangan jalur evakuasi terhambat. Selain itu, jaringan telekomunikasi juga terputus. Dengan kondisi itu, komunikasi antar desa menyebabkan proses evakuasi makin sulit.

Banjir di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. Foto: BNPB

BPBD telah memberikan bantuan darurat awal berupa paket beras masing-masing 5 kg kepada warga terdampak di Desa Sambi. Pemantauan terhadap kesehatan warga juga terus dilakukan oleh pihak kecamatan untuk mencegah adanya penyebaran COVID-19.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kotawaringin Barat, Syahruni, mengimbau kepada masyarakat untuk waspada akan adanya potensi banjir susulan.

"Banjir susulan masih dapat terjadi, karena prediksi cuaca hingga beberapa hari ke depan masih akan terjadi hujan lebat hingga sedang di wilayah Kecamatan Arut Utara" imbau Syahruni dalam rilisnya, Rabu (25/8).

embed from external kumparan