Bantuan Berdatangan untuk Sekar, Anak Darwin, Korban Lion Air JT-610

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Darwin Harianto dan keluarganya (Foto: Dok. Liana)
zoom-in-whitePerbesar
Darwin Harianto dan keluarganya (Foto: Dok. Liana)

Ditinggal selama-lamanya oleh kepala keluarga menjadi pukulan tersendiri bagi Liana (38) dan dua anaknya, Sekar (14) serta Gibran (3). Selama ini mereka hanya bergantung pada satu sosok Darwin Harianto, dalam mencukupi segala kebutuhan.

Dengan jerih payah Darwin yang sehari-hari bekerja sebagai konsultan lingkungan, keluarga kecil itu bisa hidup berkecukupan di sebuah rumah di Villa Mutiara 1 Bogor, Jawa Barat. Keluarga mereka pun terbilang bahagia. Darwin juga merupakan sosok kepala keluarga yang mengayomi dan dekat dengan anak-anaknya.

Namun, petaka itu datang pada Senin (29/10) pukul 06.33 WIB. Niat Darwin untuk berdinas ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pupus setelah dia berjumpa maut. Pesawat Lion Air JT-610 yang ditumpanginya hilang kontak 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Mengetahui kabar hilangnya sang suami, Liana yang saat kejadian tengah berada di rumah langsung kaget. Terlebih, di grup WhatsApp RT-nya sudah beredar foto SIM Darwin yang terlempar setelah pesawat yang ditumpanginya jatuh.

Liana, istri Darwin Harianto korban pesawat Lion Air JT-610. (Foto: Neisa/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Liana, istri Darwin Harianto korban pesawat Lion Air JT-610. (Foto: Neisa/kumparan)

Anak sulung Darwin, Sekar, langsung dikabari dan diantar pulang oleh guru sekolahnya. Dia menangis mendapati papa tercintanya itu hilang di sekitar Ujung Karawang, Jawa Barat. Sekar pun bercerita bagaimana nasibnya ke depan pada sang mama.

"Nanti Sekar gimana ya Ma sekolahnya. Siapa yang biayain?" ucap Liana menirukan Sekar saat bercerita kepada kumparan, Selasa (30/10).

Mendengar ucapan Sekar justru membuat Liana semakin sedih. Dia tak tahu apa yang harus dia perbuat kala anaknya takut putus sekolah. Liana juga saat ini tidak bekerja. Ia juga terpikir siapa yang akan menutup biaya sekolah anak-anaknya.

Liana (dua kanan) istri Darwin Harianto korban pesawat Lion Air JT-610. (Foto: Neisa/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Liana (dua kanan) istri Darwin Harianto korban pesawat Lion Air JT-610. (Foto: Neisa/kumparan)

Sekar juga tergolong murid berprestasi di sekolahnya, dan tak pernah absen dari jajaran sepuluh besar di kelasnya. Cita-citanya begitu tinggi, yaitu bisa melanjutkan kuliah seperti papanya. Maka sungguh disayangkan bila prestasi itu harus berhenti kala tak ada lagi biaya.

Namun, Sekar nampaknya tak perlu bersedih lagi. Sesaat setelah keluhan diutarakan, datang kabar baik dari kantor Darwin.

"Dipesanin sama bosnya suruh gantiin papanya. Sekolah nanti disuruh ambil Ilmu Tanah. Nanti kuliahnya biar dia kayak papanya, lanjutin jejak papanya," cerita Liana.

Bantuan tak hanya datang dari kantor Darwin. Liana mengatakan, ada keluarganya yang berniat membantu biaya sekolah Sekar. Mendengar kabar itu Liana sangat bersyukur. Akan tetapi, tak ada yang lebih membahagiakan Liana ketimbang kehadiran sang suami tercinta.

"Saya mending ada dia, meski harus makan seadanya," tutup Liana.