Banyak PNS Radikal, Suhardi Alius Minta KemenPAN-RB Perketat Rekrutmen

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BNPT Suhardi Alius (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPT Suhardi Alius (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius membenarkan ada PNS yang terpengaruh paham radikalisme. Ia segera berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk mengatasi hal ini, misalnya dengan memperketat proses rekrutmen.

"Kita sinyalir juga kemungkinan itu ada (terpengaruh radikalisme). Jadi salah satu cara yang paling tepat adalah kita berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk (memperketat) rekrutmen," kata Suhardi usai rapat kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5).

Suhardi menegaskan proses rekrutmen sudah jelas harus lebih diperketat. PNS yang direkrut harus yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas.

"Itu (rekrutmen) lebih ketat lagi untuk dilihat lagi merekrut anggota ASN yang mempunyai wawasan kebangsaan. Harus ada semacam evaluasi tahapan-tahapan dalam rekrutmen. Kalau yang sudah terjadi (sudah terpapar paham radikalisme), tentunya bagaimana itu bisa diidentifikasi oleh masing-masing kementerian," tuturnya.

BNPT, kata Suhardi, saat ini sedang mencari tahu bagaimana para PNS bisa ikut paham radikal. Pihaknya pun masih akan melakukan pemetaan terkait PNS dari kementerian mana saja yang paling banyak terpapar paham radikalisme.

"Belum tahu. Kita belum petakan. Itu kan pertanyaan dari (anggota) PPP," pungkasnya.