Bareskrim Polri Razia 2 Klub Malam di PIK, 9 Pengunjung Positif Narkoba

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Razia 2 bar di kawasan PIK, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Razia 2 bar di kawasan PIK, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa

Bareskrim Polri merazia dua klub malam di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, sejak Sabtu (2/12) hingga Minggu (3/12) dini hari.

Sebanyak 9 pengunjung kedapatan positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine oleh polisi.

"Secara keseluruhan temuan-temuan yang kami dapati adalah keseluruhannya ada 9 pengunjung yang positif menggunakan narkotika berbagai macam jenis di situ," kata Kasubdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Kombes Jean Calvijn Simanjuntak kepada wartawan, Minggu (3/11).

Razia 2 bar di kawasan PIK, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa

"Ada kokain, ada morphin, ada metamphetamin ada THC. Kemudian di salah satu tempat setidaknya ada enam butir tetapi masih dalam pendalaman apakah ini narkotika psikotropika atau obat keras di empat table ataupun empat sofa namun ada satu klip serbuk yang sudah kita kumpulkan itu juga masih pendalaman dan kebetulan di sofa itu pengunjungnya hasil urine itu positif kokain dan morphin," sambungnya.

Calvijn mengatakan, barang bukti narkoba yang ditemukan dibawa ke laboratorium forensik untuk diperiksa lebih lanjut.

Lebih lanjut, Calvijn menyebut pihaknya juga menemukan 505 botol minuman keras yang diduga menggunakan pita cukai palsu. Namun, untuk memastikannya, dia mengatakan akan diverifikasi lebih lanjut oleh pihak Bea Cukai.

Razia 2 bar di kawasan PIK, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa

"Dan ada beberapa juga yang tanpa juga jadi khusus untuk yang 505 botol ini masih perlu verifikasi oleh tim bea cukai nanti akan disampaikan," terangnya.

Dalam memeriksa setiap barang bawaan, Calvijn menegaskan hal itu dibuka sendiri oleh pengujung yang disaksikan oleh pihak kepolisian.

"Dalam proses mengecek itu didampingi setiap barang-barang milik pengunjung itu dibuka sendiri oleh pengunjung pada saat bertugas mengeceknya setidaknya teman dari pengunjung itu menyaksikan dan bahkan didampingi juga dari tim Provost. Jadi ini kami tidak mau menduga duga kami tidak mau difitnah dan nanti akan kami verifikasi ulang dengan CCTV," jelasnya.