Baru Punya Presiden Baru, Taiwan Kehilangan Hubungan Diplomatik dengan Nauru
ยทwaktu baca 3 menit

Negara kecil di kawasan Pasifik, Nauru, telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan sebagai bentuk pengakuan mereka bahwa hanya ada satu China (one-China policy), pada Senin (15/1).
Langkah diplomatik Nauru dilakukan hanya dua hari setelah Taiwan menggelar pemilu dan memilih politikus pro-demokrasi Lai Ching-te sebagai presiden baru mereka. Bagi China, Lai adalah 'pengacau' dan separatis lantaran mendukung kemerdekaan Taiwan.
Dikutip dari AFP, pemerintah Nauru dalam keterangannya menyebut secara resmi mengalihkan pengakuan diplomatik Taiwan menjadi ke China. Adapun hubungan kedua negara pernah 'putus-nyambung'.
Sebelumnya, Taiwan sempat menangguhkan hubungan diplomatik yang sudah terjalin selama 17 tahun dengan Nauru pada Juli 2002 โ tetapi kedua negara memperbaiki hubungan mereka pada 2005 saat Nauru kembali beralih ke Taiwan.
"Nauru tidak akan lagi mengakui Taiwan sebagai sebuah negara yang terpisah, tetapi sebagai bagian utuh yang tidak dapat dipisahkan dari wilayah China.
Nauru akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dengan segera dan tidak lagi mengembangkan hubungan resmi atau interaksi resmi dengan Taiwan.
Perubahan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi hubungan hangat kami yang sudah terjalin dengan negara-negara lain.
Nauru tetap merupakan negara yang berdaulat dan independen dan ingin mempertahankan hubungan persahabatan dengan negara-negara lain," demikian bunyi pernyataan pemerintah Nauru.
Dengan demikian, jumlah negara di dunia yang mengakui Taiwan sebagai negara โ yang sudah sedikit, menjadi semakin berkurang.
Sebelumnya, Kepulauan Solomon pada 2019 telah mengejutkan dunia internasional usai mengalihkan hubungan diplomatik dengan Taiwan yang telah berlangsung lama menjadi ke China.
Respons China dan Taiwan
Menanggapi keputusan Nauru, China pun menyampaikan apresiasi luas atas komitmen yang ditunjukkan."China menghargai dan menyambut baik keputusan pemerintah Nauru," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri di Beijing.
Bahkan, Negeri Tirai Bambu menawarkan kerja sama yang mendalam dengan Nauru sebagai bentuk apresiasi tersebut.
"China bersedia untuk membuka babak baru dalam hubungan dengan Nauru setelah keputusannya untuk secara diplomatis hanya mengakui China," tutup mereka.
Di sisi lain, Taiwan tetap menjaga gengsinya dan mulai memulangkan staf-staf diplomatik mereka yang saat ini berada di Nauru.
"Demi menjaga martabat dan kedaulatan negara, maka Taiwan akan segera menghentikan hubungan diplomatik dengan Republik Nauru, serta mengakhiri semua program kerja sama bilateral, dan menarik staf kedutaan besarnya," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Taiwan, seperti dikutip dari Radio Taiwan Independence.
Dengan keputusan terbaru Nauru, maka saat ini hanya terdapat 12 negara di dunia yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Negara-negara itu adalah Belize, Guatemala, Haiti, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Kepulauan Marshall, Palau, Tuvalu, Paraguay, Eswatini, dan Vatikan.
