Basarnas: Fokus SAR Evakuasi Korban Sriwijaya Air Diikuti Pencarian Black Box

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas Basarnas membawa kantong berisi diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Basarnas membawa kantong berisi diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus P kembali menegaskan fokus operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 untuk mencari dan mengevakuasi jenazah korban.

Meski begitu, kata Bagus, pencarian material pesawat, seperti black box dan barang korban juga dilakukan secara bersamaan.

"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa operasi SAR difokuskan ke evakuasi korban dan tentunya secara simultan (bersamaan -red) diikuti pencarian material lainnya: black box dan yang lain," kata Bagus di posko pencarian Sriwijaya Air SJ-182 JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/1).

Kabasarnas Marsekal Madya Bagus P di posko pencarian Sriwijaya Air SJ-182, JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/1). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Berdasarkan informasi dari Bagus, hingga Senin (11/1) pukul 19.30 WIB sudah ada 45 kantong jenazah yang berisi body parts korban. Semua temuan itu telah diserahkan ke pihak DVI Polri di RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.

"Hari ini kita dapatkan 27 kantong jenazah yang berisi human remain. Sehingga total hari ini yang sudah kita dapatkan berjumlah 45 kantong jenazah," kata Bagus.

Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati menerima kantong jenazah ke dalam Posko CT Scan Post Mortem, RS Polri Kramat Jati. Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Terkait evakuasi black box, Bagus memastikan pencarian di dasar laut tidak semudah di darat. Meski cuaca pencarian hari ini cerah, namun posisi black box bisa berubah karena cuaca buruk pada Minggu (10/1).

"Mencari sesuatu di bawah (laut) tidak bisa kita katakan itu di situ, terus kita datangi lagi ada di situ. Apalagi dengan kondisi cuaca kemarin hujan lebat dan badai yang cukup kuat di area itu," jelas Bagus.

Petugas memeriksa benda yang diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1). Foto: Ajeng DInar Ulfiana/REUTERS

Terkait black box Sriwijaya Air SJ 182, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan posisinya sudah ditemukan pada kemarin sore. Sinyalnya tertangkap kapal pencari. Lokasi pun telah ditandai.

Bagus menegaskan tim SAR gabungan selalu optimal dalam melaksanakan pencarian. Baik di permukaan maupun di dasar laut.

"Yang jelas kita hari ini masih laksanakan usaha optimal untuk melaksanakan pencarian itu. Sekali lagi fokus evakuasi korban tanpa mengurangi atensi kepada hal lain," kata Bagus.

kumparan post embed