Bayi Ditemukan Dalam Gang di Pati: Dibungkus Tas Belanja, Sempat Dikira Sampah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantong belanja berisi bayi ditemukan di pinggir jalan gang di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Senin (1/6/2026). Foto: Dok. Wagini
zoom-in-whitePerbesar
Kantong belanja berisi bayi ditemukan di pinggir jalan gang di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Senin (1/6/2026). Foto: Dok. Wagini

Warga Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati digegerkan penemuan bayi dalam tas belanja, Senin (1/6). Bungkusan berisi bayi itu tergeletak di pinggir jalan sehingga sempat diduga berisi sampah oleh warga sekitar.

Bungkusan itu baru dibuka oleh warga sekitar pukul 13.30 WIB, meski begitu keberadaannya diduga sudah sejak pagi. Isi bungkusan itu baru diketahui setelah seorang warga, Wagini, memberanikan diri untuk mengeceknya.

"Lha pas ndelalah (kebetulan) aku lewat siang tadi mau ambil belanjaanku di rumahnya Bu RT. Tak tanting (angkat), kok, tasnya ada sesuatu yang bergerak, terus aku ambil belanjaan dulu, ngundang Mas Tian suruh jadi saksi," katanya saat ditemui di lokasi penemuan.

Bersama dengan warga lain itu, dirinya kemudian memastikan bahwa isi tas tersebut memang benar bayi dengan plasentanya masih menempel. Saat ditemukan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut hanya berselimutkan kain.

"Tadi buka tas isinya ternyata bayi, masih ada tali pusar dan ari-arinya (plasenta) masih menempel, belum dipotong," beber Wagini.

Sempat Dikira Sampah

Wagini menunjukkan lokasi penemuan bayi di sebuah gang Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Senin (1/6/2026). Foto: kumparan

Menurut pengakuan Wagini, warga sebenarnya sudah melihat tas biru itu sejak pagi. Namun, karena biasanya ada warga yang iseng membuang sampah di lokasi tersebut, maka warga juga awalnya mengira itu sampah.

"Tetangga-tetangga sekitar itu sudah pada tahu ada tas, dikira itu sampah, biasanya kan di sini dibuangin sampah," katanya.

Selain itu, warga juga tidak mendengar ada tangisan bayi. Makanya, bayi baru bisa diketahui saat siang.

"Nggak nangis. Kata tetangga dari pagi, kalau nangis, ini dengar yang pepetan (dekat)," lanjut Wagini.

Setelah mengetahui tas tersebut berisi bayi, Wagini lantas melaporkannya kepada Pak RT. Bayi itu kemudian dibawa ke Puskesmas Juwana.

Wagini belum mengetahui siapa orang tua dari bayi tersebut. Sebab sepengetahuannya tidak ada warga sekitar yang sedang hamil tua.

"Nggak ada yang hamil, nggak ada yang lahiran. Nggak tahu itu bayi siapa dibuang," tandasnya.

Kondisi Bayi Sehat

Kondisi bayi yang ditemukan di pinggir jalan gang di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Senin (1/6/2026). Foto: Polres Pati

Bayi itu kini dalam perawatan intensif Puskesmas Juwana. Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Juwana, Suharminah, mengatakan bayi telah diterima dari Kepala Desa Growong Kidul dan bidan desa pada pukul 14.15 WIB.

"Bayi mendapat suntikan hepatitis, biasa kalau bayi baru lahir. Kemudian juga kondisinya menangis keras, gerakan aktif, alhamdulillah sehat, dengan berat 3,8 (kilogram) panjangnya 50 cm," beber dia, Senin (1/6).

Menurut dia, Puskesmas Juwana hanya jadi tempat penampungan sementara sampai ada penanganan lebih lanjut dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AKB) Kabupaten Pati.

"Puskesmas, kan hanya untuk tempat sementara, kita menampung. Besok (Selasa) ada Dinas Sosial ke sini," katanya.

Banyak Warga yang Bantu

Suharminah mengakui, sejak siang tadi banyak warga berdatangan untuk melihat kondisi bayi. Selain itu, banyak juga dari mereka memberikan bantuan berupa susu hingga popok bayi kepada bayi laki-laki tersebut.

”Popok dan susu langsung diberi dari warga. Sebenarnya di Puskesmas Juwana juga ada. Nanti kalau butuh kita sediakan,” ungkap dia.

Namun, karena kondisi bayi masih rentan tertular virus atau penyakit, pihaknya membatasi kunjungan dari warga.

"Kita membatasi juga kunjungan, yang tidak berhubungan tidak bisa masuk. Nanti dikhawatirkan infeksius, lah istilahnya, karena bayi itu kan rentan. Kami nggak tahu yang dari luar dia bahwa bakteri ataupun kuman, virus," katanya.

Peristiwa penemuan bayi tersebut saat ini sudah dilaporkan kepada Polsek Juwana. Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memburu pelaku pembuangan bayi.