Begini Suasana Hari Raya Galungan di Tengah Pandemi Corona di Bali

Upacara keagamaan menjadi klaster baru penularan virus corona di Bali. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan umat Hindu untuk merayakan hari raya Galungan pada Rabu (16/9).
Biasanya di Hari Raya Galungan sebagian umat Hindu mengelar upacara persembahyangan di Pura mengucap syukur dan memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa.
Pantauan kumparan di Pura Agung Jagatnatha di Jalan Surapati, Kota Denpasar, pukul 11.00 WITA warga mulai ramai berdatangan.
Tampak para pecalang dan tokoh desa adat mengawasi ketat pelaksaan persembahyangan. Pecalang menerapkan sistem buka-tutup pintu untuk masuk ke Pura. Jika warga di dalam Pura mulai ramai gerbang akan ditutup. Gerbang kembali dibuka saat keramaian mulai berkurang.
Begitu tiba di pintu masuk, warga diwajibkan mencuci tangan dan makai masker. Selanjutnya, pecalang mengecek suhu tubuh warga. Saat di kawasan Pura, seorang tokoh desa adat berpakaian serba putih mengimbau warga menjaga jarak.
"Tolong Bapak/Ibu, adik sekalian yang upacara jaga jarak satu sampai dua meter, harap waspada dengan virus corona," kata tokoh adat tersebut dengan sebuah pengeras suara.
Masing-masing umat membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 menit berdoa lalu meninggalkan Pura.
Pemangku Pura Agung Jagatnatha Jro Mangku I Made Langgeng Buana S. Ag mengatakan, pihaknya telah melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan agama di Pura mencegah penularan virus corona.
Menurut dia, Hari Raya Galungan Tahun 2019 lalu, sebelum wabah corona merebak, ribuan warga memadati Pura Jagatnatha bersembahyang di pagi hari. Tahun 2020 ini, warga terpaksa antre masuk Pura mencegah kerumunan. Pura mulai melayani umat bersembahyang pagi hingga malam hari.
"Tentu beda dengan Galungan yang telah lewat. Di Pura Jagatnatha biasanya membeludak sekali. Jadi karena semua tahu ada COVID-19 tidak boleh berkerumun. Maka pecalang mengatur jumlah masuk dan keluar umat," kata dia di Pura Jagatnatha.
Dalam perayaan Hari Raya Galungan ini, Buana berharap pandemi virus corona segera berakhir. Menurut dia, Tahun 2020 menjadi tahun berat bagi seluruh warga di Indonesia.
"Karena kita tahu ada banyak warga terpukul karena COVId-19, semoga wabah ini cepat berakhir," imbuh dia.
Di sisi lain, usai bersembahyang ada juga warga yang tampak menikmati makan ringan di luar kawasan Pura Jagatnatha.
Saat ini ada 7.380 orang dinyatakan positif, 5.837 sembuh, 1.359 dirawat dan 184 orang meninggal terpapar virus corona.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
