Belajar dari PSBB Ketat September di Jakarta, Kasus Turun di Bulan Berikutnya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PSBB Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PSBB Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Untuk mengatasi lonjakan kasus corona yang terjadi di banyak wilayah Indonesia, pemerintah memutuskan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jawa-Bali. Targetnya dengan penerapan PPKM Darurat, kasus harian bisa ditekan di bawah 10 ribu kasus sehari.

Jika melihat aturan PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah hingga 20 Juli, mirip dengan penerapan PSBB ketat di DKI Jakarta pada 2020. Saat itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan kembali PSBB ketat pada September usai terjadi lonjakan kasus.

Saat itu, Anies menarik rem darurat dan kembali menerapkan PSBB ketat pada 14 September-11 Oktober 2020.

Jika melihat bentuk grafik kasus harian di Jakarta, PSBB ketat pada September 2020 berhasil mengubah tren kasus harian lebih landai.

Kasus harian COVID-19 di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Grafik kasus harian melandai di Oktober hingga awal November. Namun di pertengahan November grafik terlihat kembali naik.

Pada awal September, sebelum pemberlakuan PSBB ketat, Jakarta mencatat seribu kasus sehari untuk pertama kalinya. Tren kasus harian selama September juga konsisten di angka seribu kasus sehari. Sementara kasus aktif melambung ke 13 ribu kasus yang di awal September hanya 9 ribu kasus.

Kemudian tren kasus harian melandai di pertengahan Oktober ke bawah seribu kasus. Misalnya pada 9 Oktober kasus tercatat 851 kasus. Kemudian 17 Oktober dengan 974 kasus berlanjut hingga 27 Oktober dengan 781 kasus.

kumparan post embed

Namun selama Oktober kasus aktif Jakarta masih di angka 10 ribu kasus hingga 13 ribu kasus. Penurunan kasus aktif mulai terlihat di awal November.

Pada 3 November 2020 kasus aktif Jakarta turun menjadi 8.644 kasus, yang saat lonjakan di September mencapai 13 ribu kasus. Penurunan terus berlanjut. Pada 11 November kasus aktif turun menjadi 6.823 kasus.

Penurunan ini kemudian akhirnya kembali melonjak usai libur Natal dan Tahun Baru. Lonjakan kembali terjadi di awal tahun 2021.