BEM KM UGM Beri 3 Masukan ke Kampus Terkait Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Fisipol
ยทwaktu baca 2 menit

BEM Keluarga Mahasiswa UGM menanggapi kasus mahasiswa dari Fisipol berinisial TSR yang bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 11 sebuah hotel di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.
Surat medis terkait kondisi psikologisnya ditemukan di tas mahasiswa berusia 18 tahun itu.
Ketua BEM KM UGM Muhammad Khalid menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini. Ia juga menyoroti kegagalan sistemik kampus.
"Yang lebih memprihatinkan lagi, assessment dan layanan kesehatan mental di kampus masih saja stagnan," kata mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Fisipol ini saat dikonfirmasi, Senin (10/10).
"Bagi saya ini bukan masalah personal semata, tetapi lebih besar porsi kegagalan sistemik kampus dalam membangun iklim sosial dan akademis yang ramah bagi semua. Yang katanya "Menuju Kampus Sehat", yakin cuma jadi slogan?" lanjut dia.
Khalid mengatakan layanan mental health di Fisipol UGM memang lebih bagus dibandingkan dengan fakultas lainnya. Akan tetapi, kejadian di luar kontrol seperti itu masih tetap terjadi.
"Kekurangannya, menurut saya adalah tindak lanjut assessment, tidak ada pendampingan reguler bagi mahasiswa-mahasiswa tertentu yang punya latar belakang 'khusus' meskipun oke faktor terbesar akibat keluarga, tapi toh lingkungan sosial dan akademik di kampus bisa jadi pemantik juga bagi mahasiswa tersebut," katanya.
Menurut Khalid, ada tiga hal yang perlu dilakukan kampus agar peristiwa ini tak kembali terjadi.
Berikut tiga masukan itu:
Integrasi semua layanan-layanan konsultasi yang tersebar di tiap unit atau fakultas.
"Standarnya beda, akhirnya ada yang tertangani dengan baik dan ada yang belum," katanya.
Assessment terhadap titik start dan progres berkala kesehatan mental mahasiswa.
"Kalau ada yang berstatus khusus harusnya didampingi khusus pula," tegasnya.
Penguatan mentalitas mahasiswa agar tidak mudah rapuh.
"Dan membangun kultur pergaulan sosial yang sehat secara psikologis," tutup dia.
Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.
Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas dan rumah sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580
