BEM SI Klaim Mulai Dapat Ancaman Jelang Demo 11 April
·waktu baca 2 menit

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi demo turun ke jalan pada Senin (11/4). Sebelum aksi, mereka harus menghadapi hambatan, seperti peretasan hingga ancaman.
Koordinator Media BEM SI, Luthfi Yufrizal menyampaikan pihaknya mendapatkan ancaman dari beberapa pihak jelang aksi demo 11 April di Istana Negara.
"Untuk ancaman banyak yang sudah dipastikan [menerima ancaman]," ujar Luthfi Yufrizal saat dikonfirmasi, Minggu (10/4).
Dia mengungkapkan bentuk ancaman yang diterima sampai saat ini yakni akan dilakukan tindakan represif saat aksi nantinya. Tapi belum diketahui dari pihak mana yang melakukan pengancaman kepada BEM SI itu.
"Seperti akan direpresif ketika hari H aksi besok," ungkapnya.
"Melalui pesan singkat," imbuh dia.
Diketahui, aksi unjuk rasa yang dilaksanakan Aliansi BEM SI ini adalah bentuk respons isu saat ini. Ada 6 tuntutan yang akan disampaikan BEM SI dalam demo tanggal 11 April 2022 ini, yaitu :
1. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.
2. Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, dan kebencanaan.
3. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.
4. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
5. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia.
6. Menuntut dan mendesak Jokowi-Ma'ruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.
